BeritaLintas DaerahNewsSosial

Bupati Bandung Dadang Supriatna: Mari Kita Lupakan Perbedaan Pilihan, Bersatu Membangun Kabupaten Bandung dalam 5 Tahun Ke Depan

215
×

Bupati Bandung Dadang Supriatna: Mari Kita Lupakan Perbedaan Pilihan, Bersatu Membangun Kabupaten Bandung dalam 5 Tahun Ke Depan

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – KAB BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bandung untuk kembali bersatu dan melupakan perbedaan pasca-pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bandung.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu menekankan pentingnya menjaga kondusifitas daerah dan menghindari perpecahan pasca-pemilihan untuk membangun Kabupaten Bandung yang lebih baik dalam 5 tahun ke depan.

“Pilkada sudah selesai. Saatnya kita semua kembali bersatu, bergandengan tangan, dan membangun Kabupaten Bandung bersama-sama,” ujar Bupati Dadang Supriatna dalam rangkaian acara Rembug Bedas di Kecamatan Pasirjambu, Senin (9/12/2024).

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menambahkan bahwa perbedaan pilihan dalam Pilkada merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun perbedaan tersebut, kata dia, tidak seharusnya menyebabkan permusuhan atau perpecahan di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, Kang DS mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk para pendukung masing-masing calon, untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain serta meninggalkan perbedaan pilihan yang terjadi selama masa kampanye.

Ia juga mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab dan ingin memecah belah. Kang DS berharap masyarakat kembali bergandengan tangan guna mendorong terciptanya persatuan dan suasana kondusif di tengah masyarakat Kabupaten Bandung.

“Mari kita lupakan perbedaan pilihan kita kemarin. Ulah parasea (jangan berantem) karena beda pilihan. Mari kita bersatu dan menatap masa depan untuk membangun Kabupaten Bandung dalam 5 tahun ke depan,” tutur Kang DS.

Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung itu juga mengimbau masyarakat maupun pendukung kepala daerah untuk tetap bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi hasil pilkada sesuai dengan filosofi luhur Kabupaten Bandung “Repeh Rapih Kerta Raharja”.

“Kita semua harus mensyukuri bahwa proses demokrasi telah berjalan lancar, aman dan damai. Bagi pendukung yang menang jangan jumawa, yang kalah juga jangan terus bersedih. Mari kita bangun bersama Kabupaten Bandung yang kita cintai ini,” kata Bupati seraya disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

Sebagaimana diketahui, rapat pleno KPU Kabupaten Bandung pun telah menetapkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung nomor urut 2 Dadang Supriatna-Ali Syakieb resmi menjadi pemenang Pilkada Kabupaten Bandung dengan meraih 1.046.344 suara.

Sumber : Diskominfo/Team FNC
Editor : sri

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…