Lintas Daerah

Kepala BPBD Bersama Sekda Melawi,Pimpin Langsung Rakor Batingsor

162
×

Kepala BPBD Bersama Sekda Melawi,Pimpin Langsung Rakor Batingsor

Sebarkan artikel ini

 

 

 

 

Eksposelensa,com.Melawi,Kalbar.

Pemerintah Kabupaten Melawi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Penanganan Banjir, Puting Beliung, dan Tanah Longsor (Batingsor) Kabupaten Melawi pada hari Jumat 15 Maret 2024) di Convention Hall Kantor Bupati Melawi. Minggu, 17/03/2024.

 

Rakor yang dilaksanakan dalam rangka tanggap darurat Batingsor di Kabupaten Melawi ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Lilik Kurniawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus, dan Kepala BPBD Kabupaten Melawi.

 

Dalam laporannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus mengatakan hingga 13 Maret 2024, jumlah kepala keluarga yang terdampak banjir mencapai 7.964 KK dan tersebar di lima kecamatan.

 

 

 

“Kecamatan terdampak yakni Nanga Pinoh 2.673 KK, Belimbing Hulu 115 KK, Pinoh Utara 2.508 KK, Ella Hilir 662 KK, dan Menukung 2.066 KK dengan total jumlah jiwa mencapai 29.371 jiwa,” Ungkap Drs. Paulus Sekda Kab. Melawi.

 

Lebih lanjut, Sekda mengungkapkan dampak banjir yang terjadi mengakibatkan kerusakan dan kerugian aspal, cor blok cepat berlubang, pembusukan pada bagian tertentu dari bangunan yang berbahan kayu, baik itu bangunan tempat ibadah, masjid dan musholla, gereja, kantor balai desa, postu, dan posyandu.

 

Sementara itu, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNBP, Lilik Kurniawan, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang terjadi di Kabupaten Melawi, apalagi dalam musibah tersebut ada korban jiwa dan ribuan orang terdampak.

 

“Di sinilah negara hadir, kami akan memberikan dukungan kepada BPBD Kabupaten Melawi, dana siap pakai untuk operasional darurat sebesar Rp. 250 juta, kemudian untuk peralatan dan logistik Rp. 2,2 miliar, ini termasuk untuk makanan siap saji, perahu karet dan lain sebagainya,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Lilik mengatakan, penanganan yang diberikan oleh pemerintah tersebut sifatnya hanya sementara atau penanganan jangka pendek. Maka dari itu dia mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk membuat master plan dalam penanganan bencana banjir untuk jangka waktu yang panjang.

 

“Kalau penanganan darurat saja, saya pikir tidak akan efektif dan itu hanya dirasakan oleh masyarakat saat itu saja, apakah setiap tahun kita akan seperti ini, banjir ini kan sudah terjadi hampir setiap tahun, tentu sudah tahu bagaimana penanganannya, dan apa langkah-langkahnya, tentunya harus masuk ke dalam RPJMD Kabupaten Melawi,” ungkapnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Sekda Melawi mengatakan, pihaknya sudah membuat perencanaan, dalam hal ini BPBD sehingga tahu langkah-langkah yang akan ditempuh.

 

Sekda menjelaskan, untuk penanganan jangka panjang ini, tentunya pemerintah daerah tidak bisa sendiri. Dia menggambarkan untuk arus transportasi angkutan orang dan barang disaat musim banjir itu membutuhkan biaya yang besar.

 

“Untuk transportasi kita juga sudah usulkan kepada kementerian PU saat terjadi banjir besar di tahun lalu, sebab Kementerian PU juga sudah datang kemari, menurut analisisnya, jalan nasional itu paling tidak harus ditinggikan 1 sampai dengan 1,5 meter untuk arus mobilisasi arus orang dan barang,” katanya.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Unsur TNI, Polri, OPD terkait, Para Camat, Para Relawan, TIMSAR dan juga perwakilan masyarakat terdampak banjir.

 

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari BNPB kepada BPBD Melawi dan juga kepada perwakilan masyarakat terdampak banjir secara simbolis.

 

Sumber: PROKOPIM / Fariz

 

Publis: (Sk )

 

Sat Binmas Polres Garut Hadiri Pengajian Nisfu Sya’ban, Perkuat Kamtibmas Lewat Dakwah dan Edukasi Garut – Dalam rangka upaya preemtif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Sat Binmas Polres Garut menghadiri kegiatan Pengajian Bulanan Nisfu Sya’ban dan Kuramasan yang diselenggarakan di Aula Yayasan Pondok Pesantren Mabdaul Ulum, Kampung Pasirsalam, Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, Senin (1/2/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 250 jamaah, terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta santri dan warga sekitar. Kehadiran personel Sat Binmas Polres Garut dipimpin oleh Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Garut AIPTU Umar Taufik, S.Sos.I, bersama anggota. Pengajian ini turut dihadiri Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Mabdaul Ulum KH. Adi Pamungkas, S.H.I, Kepala Madrasah Diniyah Ust. Syamsul Ramli, S.E, Ketua Yayasan Ustadzah Umi Nia Parida, S.Pd.I, Kepala Sekolah SMA dan SMK Mabdaul Ulum Ust. Odang Arifin, S.Pd.I, serta para pengajar dan tokoh agama lainnya. Dalam ceramahnya, AIPTU Umar Taufik menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada para jamaah agar momentum Nisfu Sya’ban dan Kuramasan dijadikan sebagai sarana muhasabah diri, memperbaiki akhlak, mempererat silaturahmi, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Ia juga mengajak jamaah untuk menjauhi berbagai penyakit masyarakat seperti miras, narkoba, judi online, tawuran, hoaks, serta mengingatkan pentingnya membina keluarga dan generasi muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif. Selain itu, disampaikan pula materi wawasan kebangsaan, bahaya radikalisme dan terorisme, penyalahgunaan narkoba, premanisme, serta pentingnya tertib berlalu lintas. Tak lupa, Sat Binmas Polres Garut juga menyampaikan arahan dari Dirbinmas Polda Jabar terkait antisipasi potensi gangguan Kamtibmas pada momentum long weekend, peringatan Isra Mi’raj, serta menjelang Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan pengajian diisi dengan rangkaian acara pembukaan, ceramah keagamaan, renungan dan muhasabah, doa bersama, hingga penutupan. Melalui kegiatan ini, Sat Binmas Polres Garut berharap terjalin sinergi yang kuat antara ulama, masyarakat, dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang religius, damai, dan harmonis.
Berita

Eksposelensa.com – Garut – Dalam rangka upaya preemtif…