NewsTNI / POLRI

Gelar Operasi Ketupat Lodaya, Polda Jabar Sebar 27.162 Personel Untuk Amankan Mudik Lebaran 2024

150
×

Gelar Operasi Ketupat Lodaya, Polda Jabar Sebar 27.162 Personel Untuk Amankan Mudik Lebaran 2024

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | Apel gelar pasukan Ketupat Lodaya 2024 merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Ops Ketupat Lodaya sebagai komitmen nyata sinergitas TNI Polri dengan stake holder terkait dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan hari raya Idul Fitri 1445 H.

Hal ini merupakan wujud apresiasi masyarakat atas kerja keras secara bersama – sama yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam.pengamanan arus mudik dan arus balik pada tahun ini.

Pelaksanaan Ops Lodaya 2024 dilaksanakan selama 13 hari dimulai pada tanggal 4 sd 16 April 2024.

Seluruh personel jajaran Polda Jabar yang terlibat sudah masuk ke seluruh pos pam yang ada di wilayah Jabar.

Dalam rangka menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun 2024, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) telah menempatkan 27.162 personel untuk melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2024, yang terdiri dari anggota Polri sebanyak 16.007 personel, BKO dari Mabes Polri 245 personil ditambah perkuatan unsur TNI dan stakeholder lain sebanyak 10.910 personil.

Personel tersebut akan disebar di titik – titik rawan kemacetan serta wilayah-wilayah yang dilewati oleh pemudik di Jawa Barat.

Pada hari ini Rabu (3/4/2024) Polda Jabar melaksanakan gelar Operasi Ketupat Lodaya yang dilaksanakan di Jl. Diponegoro No.22, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat di depan Gedung Sate Bandung.

Hadir pada kegiatan tersebut Bapak Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, Kapolda Jabar Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M. dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT. Beserta Kapolres dan Pejabat Utama (PJU) instansi terkait.

Dalam sambutannya Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT mengatakan bahwa menjalin Sinergisitas seluruh stakeholder terkait merupakan kunci utama untuk mengulangi keberhasilan pengamanan Hari Raya Idul Fitri tahun lalu, serta memberikan Keamanan keselamatan ketertiban kelancaran lalu lintas dan keamanan ketertiban masyarakat kepada warga yang melaksanakan mudik.

“Berikan jaminan kamseltibcar lantas kepada masyarakat dan apabila masyarakat merasa khawatir terdapat gangguan kejahatan dalam perjalanannya, siapkan pengawalan kepolisian untuk memberikan rasa aman”. Ucapnya.

Dalam operasi ini, telah dipersiapkan 5.784 pos, yang terdiri dari 3.772 pos pengamanan, 1.532 pos pelayanan, dan 480 pos terpadu, dalam rangka memberikan pelayanan dan pengamanan yang optimal.

Disamping itu perlu memahami
karakteristik wilayah masing-masing agar bisa mengantisipasi bencana alam yang sewaktu waktu mungkin terjadi.

Dalam pelaksanaan Ops Ketupat Lodaya melibatkan organisasi masyarakat tertentu untuk memberikan keamanan dan kenyaman kepada masyarakat yang akan melaksanakan sholat Ied, selain itu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting serta terpenuhinya BBM.

Guna mengantisipasi kemacetan arus mudik di jalan tol, akan dilakukan sistem rekayasa lalulintas contra flow untuk jalan tol Jakarta-cikampek dan one way mulai dari km 70 sampai km 114 kalikakung Jawa Tengah.

Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada H-4 sampai H-2 lebaran dan untuk puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 14,15,16 april 2024. (Red)

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…