BeritaInternasionalNewsTNI / POLRI

Satpam Merupakan Anak Kandung  Polri Dalam Menjaga Keamanan Lingkungan, Brimob Jabar Lakukan Sambang 

225
×

Satpam Merupakan Anak Kandung  Polri Dalam Menjaga Keamanan Lingkungan, Brimob Jabar Lakukan Sambang 

Sebarkan artikel ini

Jabar, Eksposelensa.com – Di tengah maraknya kejahatan yang semakin meningkat, satpam adalah sebuah solusi untuk membantu polisi guna menjaga keamanan lingkungan dan ketertiban umum.

Satuan pengamanan yakni di singkat satpam yang di perlukan untuk menjaga asset perusahaan dan terutama perumahan komplek yang merupakan seringnya terjadi gangguan kamtibmas.
Mendapati dari kegiatan tersebut pihak kepolisan brimobda jabar menurunkan personil guna melaksanakan sambang dan memberikan pengetahuan sepintas cara melakukan SOP dan bertindak tegas kepada seseorang/kelompok yang ingin mengganggu ketertiban umum di komplek perumahan.

Dansat brimob polda jabar Kombes Pol. Donyar Kusumadji.,S.IK mengatakan bahwa kita harus bisa selalu menjaga keamanan di lingkungan sekitaran kita baik warga maupun masyarakat terutama yang tinggal di sekitaran mako kita, jangan sampai ada Bahasa dari masyarakat “rumah dekat kantor polisi masih saja suka kecolongan” maka dari itu silahkan berkoodinasi dengan penjagaan yang terkait seperti satpam dan lain sebagainya.

Tujuan meningkatkan rasa kepercayaan diri seseorang satuan pengamanan yakni satpam agar bisa lebih bertindak tegas kepada yang akan mengganggu keamanan dan ketertiban

Pelaksanaan sambang dilakukan oleh bripda Maulana dan Bripda Hadi iya berkata satpam komplek perumahan suka mendapati adanya gangguan kamtibmas dengan motif pencurian barang beharga, terkadang satpam suka kecolongan dalam hal tersebut di karenakan hanya adanya 3 personil di komplek yang bisa dibilang cukup luas, dengan sistem penjagaan 1 x 12 jam. Ini yang menjadikan kendala karna yang piket hanya ada 1 personil dan tidak adanya body sistem, Ujarnya.

Dengan adanya sambang ini bripda Hadi dan Bripda Maulana memberikan usalan terkait penambahan personil supaya pembagian tugas bisa di laksanakan dengan body sistem yaitu dengan personil 2, dan memberikan pengetahuan tentang cara bertindak tegas.

Harapan kami dengan adanya sambang patroli khusunya ke pada satpam agar bisa lebih meningkatkan kewaspadaan selain memasang cctv yang berada di setiap sudut dan pasang juga mata telinga maupun peka akan terjadinya hal hal yang mengganjal , Imbuhnya.

(Andri,S/Humas Brimob)

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…