BeritaInternasionalNewsTNI / POLRI

Brimob Jabar Himbau Masyarakat Agar waspada Adanya Pergerakan Radikal

175
×

Brimob Jabar Himbau Masyarakat Agar waspada Adanya Pergerakan Radikal

Sebarkan artikel ini

Jabar , Eksposelens.com – Dansat Brimob Polda Jabar Kombespol.Donyar Kusumadji,S.IK. memerintahkan jajarannya untuk selalu mewaspadai pergerakan teroris di berbagai daerah di Jawa Barat, itu karena sel-sel teroris itu tidak pernah mati.

“Buka mata kalian, kita harus selalu waspada karena sel-sel teroris itu tidak pernah mati dan akan selalu ada,” Kata Donyar saat berkesempatan Apel gabungan Jajaran Satbrimob Polda Jabar.

Hal ini disampaikannya sebagai bagian untuk mengingatkan kembali personel berkaitan dengan banyak nya kasus penangkapan teroris yang beberapa pekan lalu yang ingin menggagalkan jalannya acara pemilu 2024.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Personil Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jabar yang diawaki oleh Bripda dika ditemani bripdo sandi menghimbau kepada warga masyarakat untuk mengamati situasi dan kondisi, terutama di lingkungan di tempat tinggal masing-masing, apabila ada orang-orang yang dicurigai, apabila ada perkumpulan-perkumpulan yang dicurigai.

“Jangan segan-segan untuk segera melaporkan kepada Pihak Berwenang dalam hal ini Polisi sehingga kita bisa cepat untuk memonitor, mengawasi, pergerakan-pergerakan mereka.” tegas bripda dika kepada warga.

Bripda dika mengatakan bahwa salah satu atau beberapa tanda-tanda yang bisa amati adalah kelompok tersebut hidup di dalam kelompok-kelompok kecil, tidak bersosialisasi dengan masyarakat lingkungan, selalu tertutup dan membuat kegiatan-kegiatan yang mencurigakan.

“Nah ini yang harus menjadi pengawasan bagi kita semua. Kita mempunyai Densus, tapi tentu Densus juga membutuhkan dukungan dari kita semua dan keberhasilan pemilu menjadi tanggung jawab kita semua sebagai warga Negara khususnya kami selaku petugas keamanan,” ujar Bripda sandi.

Adapun tugas mengawasi situasi dan kondisi di lingkungan masing-masing adalah tugas semua pihak. Karena itu masyarakat juga diimbau untuk membantu aparat keamanan menjaga dan mengawasi lingkungan sekitar.

Warga masyarakat diharapkan agar menguasai wilayah dimana mereka tinggal. Artinya bahwa diskusi dan berbaur dengan masyarakat itu sangat perlu sehingga bisa membangun relasi yang kuat dengan masyarakat di lingkungan masing-masing.

(Andri,S/Humas)

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…