BeritaBudayaInternasionalLintas ProvinsiNewsSosial

Sosialisasi Gerakan Simpanan Pelajar   Pj. Walikota Cimahi: Tumbuhan Budaya Menabung Sejak Usia Dini

202
×

Sosialisasi Gerakan Simpanan Pelajar   Pj. Walikota Cimahi: Tumbuhan Budaya Menabung Sejak Usia Dini

Sebarkan artikel ini

CIMAHI, Eksposelensa.com – DISKOMINFO. Sebanyak 540 siswa baru dari kelas 7 mengikuti sosialisasi gerakan simpanan pelajar dalam rangkaian hari menabung Indonesia yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat bertempat di lapang SMPN 1 Cimahi pada Kamis (18/07).

Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi Dicky Saromi dalam sambutannya saat menghadiri acara sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa gerakan simpanan pelajar merupakan bagian dari rangkaian memperingati Hari Indonesia Menabung yang merupakan amanat Keputusan Presiden Nomor 26 tahun 2019 tentang hari indonesia menabung yang bertujuan tercapainya inklusi keuangan dan penanaman budaya menabung sejak dini bagi para pelajar dan mahasiswa. Tahun ini, Hari Indonesia Menabung mengusung tema “menabung untuk Indonesia” dan program yang akan diusung dalam rangkaian kegiatan ini adalah satu rekening satu pelajar (kejar).

“Hari ini telah dilakukan sosialisasi edukasi satu rekening satu pelajar, maka MPLS ini akan lebih berguna dan bermanfaat karena pelajar jadi mengetahui bahwa mereka bersekolah di SMPN 1 Cimahi diberikan akses untuk memperoleh rekening tabungan dengan syarat yang mudah, tidak hanya dalam membuka rekening saja yang tetapi dengan ini mereka nanti juga dibiasakan agar hidup lebih hemat bersyukur atas apa yang diperoleh dan rajin menabung untuk masa depan” Ujar Dicky dihadapan awak media.

Dicky menambahkan bahwa para siswa akan dibekali pengetahuan literasi keuangan agar bijak dalam penggunaan keuangan dan juga mengenali produk-produk jasa keuangan, jangan sampai terjebak oleh aplikasi-aplikasi yang menawarkan kemudahan dan keuntungan dengan cepat. pinjaman online, judi online, bahkan game online yang seringkali menjadi tidak bijak dalam mengelola keuangan.

“Adik-adik adalah generasi emas yang akan menentukan nasib bangsa, salah satu keterampilan yang harus dikuasai adalah pengelolaan keuangan. mengelola keuangan saat ini artinya merencanakan perekonomian dan merencanakan masa depan yang lebih baik” pesan Dicky

Sementara itu Direktur OJK Jawa Barat Aulia Fadly dalam sambutannya menjelaskan dalam upaya membentuk karakter menabung sejak dini, OJK telah menginisiasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Kita tentu berharap, melalui program KEJAR, setiap pelajar di Indonesia akan memiliki rekening tabungan pada perbankan sebagai lembaga jasa keuangan formal dan dibiasakan untuk menyisihkan uang dengan cara menabung.

“OJK kerjasama dengan pihak sekolah dan dinas pendidikan untuk menyelenggarakan pemilihan Duta Literasi keuangan, harapannya sebagai siswa literasi keuangan bisa memberikan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang baik dan benar ke teman-teman lingkungan sekitarnya, sehingga kedepannya mereka nanti bisa mengelola keuangannya dengan baik dan terhindar dari unsur-unsur yang merugikan setelah lulus sekolah” Jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SPMN 1 Cimahi Sri Mulyaningsih bahwa sejak tahun 2022 sekolahnya telah berkerjasama dengan bjb dalam melatih anak-anak dalam hal management keuangan, untuk menabung dengan menyisakan uang jajannya.

“sekarang seluruh sekolah di cimahi dibuat seperti itu oleh Pemerintah Daerah, itu adalah sesuatu yang luar biasa bukan hanya smp 1 saja namun semua sekolah sehingga kebiasaan menabung sejak dini atau mengelola keuangan dengan manajemen keuangan dapat dirasakan oleh semua anak sekolah di Cimahi. alhamdulillahnya BJB mau datang kesini setiap hari rabu, nanti ada hadiah untuk murid yang paling sering menabung” Ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Pimpinan bjb Cimahi Ockie Castrena Yuliawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cimahi Budi Raharja, Kepala Dinas Pendidkan Kota Cimahi Nana Suyatna.

(Bidang IKPS)

Editor: Supardi

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…