BeritaNews

OTK yang Ancam akan Datangi Dewan Pers Semarang adalah Rekan Waryadi, katakan Wartawan Se-Indramayu Dikasih Makan oleh nya.

133
×

OTK yang Ancam akan Datangi Dewan Pers Semarang adalah Rekan Waryadi, katakan Wartawan Se-Indramayu Dikasih Makan oleh nya.

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | Sukra Kab Indramayu – Saat team liputan menghubungi Waryadi berniat untuk mempertemukan antara beberapa perwakilan dari pemilik lahan yang terisolir dampak pembangunan PT Tesco Indomaritim dengan maksud mempertanyakan perihal kenapa dari perwakilan PT Tesco Indomaritim tidak ada yang hadir saat diundang oleh Camat Sukra pada 17 Juli 2024 silam, team liputan bersama perwakilan ahli waris dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang diperkenalkan oleh Waryadi adalah sebagai rekannya dan diperkenalkan sebagai Intel Marinir TNI AL, dengan nama Wawan Wantoro yang juga adalah OTK yang mengajak bertemu dengan team liputan serta akan mendatangi Dewan Pers di Semarang (Diduga meneror pasca viralnya pemberitaan perihal Waryadi) pada hari Rabu 31 Juli 2024 sekitar pukul 18.45 WIB di RM Bunda Seberang SMAN 1 Sukra, desa Karanganyar kec Sukra Kab Indramayu.

Pertemuan tersebut awalnya mencair dikarenakan team liputan mencoba untuk menyampaikan bahwa agar permasalahan ini tidak terus berujung menjadi bola panas, dan berlanjut menjadi sengketa serta sama-sama mencarikan solusi terbaik, akan tetapi pada saat kedatangan sang rekan Waryadi tersebut menjadi sebuah hal ketegangan dikarenakan ybs merasa tidak nyaman atas pemberitaan yang memberitakan Waryadi selaku pemilik kuasa dari PT Tesco Indomaritim.

Kepada team liputan Wawan Wantoro mengatakan ” Saya merasa tidak nyaman dengan pemberitaan atas rekan saya, dan saya sudah sampaikan kepada pimpinan perihal ini serta diperintahkan untuk ditindaklanjuti, akan tetapi bagi saya ini hal kecil yang tidak perlu ditindaklanjuti, akan tetapi kenapa pemberitaan nya seakan menyerang rekan saya “.
Padahal pemberitaan tersebut sebelum tayang secara kode etik profesi jurnalis sudah dishare rilisnya terlebih dahulu kepada Waryadi dan tidak dipermasalahkan.

” Salahnya pak Waryadi dimana, koq seakan menyerang pak Waryadi, tahu ga kenapa no anda saya hack, dikarenakan anda seakan pasang patok duluan “.

” Tahu ga anda, satu point yang membuat saya merasa bahwa anda langsung mempatok pada saat saya hubungi, dengan anda mengeshare berita dengan judul OTK “.
Jika mengacu terhadap ucapannya tersebut, team liputan menjawab wajar dikarenakan selain merasa diteror, juga berkaca dari kejadian dibakarnya rumah seorang jurnalis di daerah Karo, a/n Rico Sempurna Pasaribu.

” Anda tidak berhak untuk meminta ataupun diperlihatkan soal surat penugasan sprint rekan saya dikarenakan itu adalah hidup dan matinya rekan saya (Waryadi), kita saja dirazia polisi minta KTA kita ga kasih “.

” Perlu juga anda ketahui, saya ini tergabung di grup yang isinya adalah wartawan Se-Indramayu, dan tanyakan kepada wartawan Se-Indramayu saya ini memberikan makan mereka dengan cara mereka menyampaikan data menyuruh mengeksekusi dan saya yang mengeksekusi nya, minta berapa pak? “,tegasnya pula.

Bahkan dalam pembicaraan nya, Wawan Wantoro sempat menanyakan terkait Suku (Asal Daerah) awak media dari suku mana.

Wawan Wantoro pun menanyakan ke pertiap grup wartawan Se-Indramayu apakah mengenal awak media.

Dikarenakan tidak ingin melayani ucapan nya tersebut dengan alasan bahwa team liputan memberitakan Waryadi selaku kuasa dari PT Tesco Indomaritim, dan bukan yang awalnya kita duga OTK, team liputan pun berpamitan kepada Waryadi yang ditemani juga oleh rekan nya bernama H Darsono (Haji Gendut), serta menanyakan kepada Waryadi apakah dirinya merasa dirugikan dengan pemberitaan tersebut? Dijawab tidak oleh Waryadi. Apakah Waryadi merasa diintimidasi pada saat diwawancarai? Dijawab tidak, dan apakah Waryadi yang menghubungi Wawan Wantoro pada saat team liputan sedang berbincang dengan nya, di jawab iya, terbukti pada saat perbincangan Waryadi menerima telpon dan menyebutkan posisi keberadaan kami di RM Bunda tersebut.

Team liputan

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…