BeritaInternasionalNews

Upacara Penurunan Bendera HUT ke-79 RI Kota Bandung Berjalan Khidmat dan Lancar

160
×

Upacara Penurunan Bendera HUT ke-79 RI Kota Bandung Berjalan Khidmat dan Lancar

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih, dalam rangka peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu 17 Agustus 2024 sore, berlangsung khidmat dan lancar.

Upacara dimulai sekitar pukul 15.30 WIB. Pj Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dharmawan bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara, Komandan Upacara oleh Kapten Laut (t) Ajat Sudrajat dari Kogartap II/BDG. Sedangkan Perwira Upacara yaitu Lettu Inf Muhammad Yaman dari Kogartap II/BDG.

Prosesi upacara dilanjutkan dengan persiapan penurunan Bendera Merah Putih oleh anggota Paskibra Kota Bandung, yang beranggotakan 100 pelajar terbaik Kota Bandung.

Pelaksanaan penurunan bendera Sang Merah Putih oleh Paskibra Kota Bandung berjalan dengan khidmat dan lancar. Dengan senyum dan semangat para anggota menjalankan tugasnya dengan baik.

Ketika Merah Putih diturunkan, para peserta upacara dan tamu undangan yang hadir diperintahkan untuk sikap hormat sambil diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Setelah diturunkan, Sang Merah Putih kemudian dibawa ke mimbar kehormatan dan diserahkan kepada Pj Sekretaris Daerah Kota Bandung. Keseluruhan prosesi upacara penurunan bendera rampung sekitar pukul 16.15 WIB. Upacara kemudian ditutup dengan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara.

Seperti diketahui, perayaan HUT ke-79 RI Tahun 2024 mengusung tema ‘Nusantara Baru Indonesia Maju’. Tema ini dipilih karena HUT RI ke-79 bertepatan dengan tiga momen penting bagi negara Indonesia yaitu penyambutan ibu kota baru di Ibu Kota Nusantara (IKN), momen pergantian presiden, serta menuju Indonesia Emas 2045.

Sebelumnya, Upacara Peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia tingkat Kota Bandung telah digelar di Plaza Balai Kota, Sabtu 17 Agustus 2024 pagi. Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono bertindak sebagai inspektur upacara.

Kota Bandung juga kembali menyisihkan tiga menit waktunya untuk Indonesia pada HUT ke-79 Republik Indonesia. Dua titik di Kota Bandung menggelar ‘Tiga Menit untuk Indonesia’, yaitu di Simpang Lima Jalan Asia Afrika dan Simpang Cikapayang Dago.

Tahun 2024 ini merupakan gelaran keempat aksi ‘Tiga Menit Untuk Indonesia’. Kali ini, aksi tersebut berlangsung khidmat, namun tetap meriah.(red)**

Kepala Diskominfo Kota Bandung

 

Yayan A. Brilyana

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…