BeritaBudayaInternasionalLintas DaerahLintas ProvinsiNewsSosial

Pj. Walikota Cimahi Resmikan Taman Adiraga dan  Taman Segitiga Sriwijaya

191
×

Pj. Walikota Cimahi Resmikan Taman Adiraga dan  Taman Segitiga Sriwijaya

Sebarkan artikel ini

CIMAHI, Eksposelensa.com – DISKOMINFO. Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi salah satu kebutuhan masyarakat Kota.

Keberadaan ruang terbuka hijau menjadi sangat penting ditinjau dari sisi social ataupun lingkungan. Kewajiban pemerintah dalam penyediaan RTH tertuang dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau.

Begitu pentingnya RTH dalam tata kota, mendorong Pemerintah Daerah Kota Cimahi untuk berkolaborasi dengan Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Kota Cimahi melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kota Cimahi yang diantara program prioritasnya adalah mendukung Pembangunan lingkungan di Kota Cimahi, Salah satunya adalah pembangunan taman Adiraga dan taman Segitiga Sriwijaya.

Peresmian dilakukan secara langsung oleh Penjabat (Pj.) Wali Kota Cimahi Dicky Saromi, Selasa (20/08) disaksikan oleh CEO bjb Regional Wilayah 1 Iwan Prasetyo, Pimpinan bjb Cabang Cimahi Ockie Castrena Yuliawan, Ketua Forum TJSL Kota Cimahi Yuddy Prabowo, Unsur Forkopimda Kota Cimahi, unsur sekretariat Forum TJSL Kota Cimahi, beberapa Kepala Perangkat Daerah, serta tokoh masyarakat Kota Cimahi.

Dicky menyampaikan bahwa revitalisasi taman-taman ini sebagai ruang terbuka hijau di Kota Cimahi merupakan hasil usulan dari Forum TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) karena keberadaan ruang terbuka hijau sangat lah penting bagi masyarakat, “Keberadaan taman merupakan keberadaan ruang terbuka yang dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu peresmian taman ini adalah bagian yang kita lakukan dalam mekanisme pendanaan melalui CSR,” tutur Dicky.

Dicky juga mengungkapkan bila keberadaan taman bukan hanya sebagai ruang terbuka saja, namun juga selain dari sisi lingkungan, tapi juga memiliki fungsi sosial dan estetika.

Menurutnya taman berfungsi sebagai wadah atau wahana untuk aktivitas sosial masyarakat, yakni sebagai pembentuk dan pengikat masyarakat di kota Cimahi.

Dari sisi lingkungan, keberadaan taman dapat membantu mengurangi tingkat polusi udara juga menjaga iklim mikro suatu kota, sedangkan dari sisi estetik keberadaan taman dapat memperindah suatu kota.

“Keberadaan taman juga adalah untuk menjaga ekosistem dan estetika kota khususnya dalam menjaga iklim mikro dari suatu kota agar kesegaran maupun kesehatan satu kota itu dapat terjaga, jadi ini kita pahami karena kota semakin banyak aktivitas yang menimbulkan polusi maka keberadaan taman adalah bagian upaya kita untuk bisa mengurangi dampak negatif tersebut,” imbuh Dicky.

Begitu pentingnya keberadaan taman sebagai ruang terbuka hijau, Dicky menginginkan untuk ke depannya setiap Kecamatan atau bahkan RW harus lah memiliki taman.

Namun demikian dalam pelaksanaan penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek fungsi ekologis, resapan air, ekonomi, sosial budaya, estetika, dan penanggulangan bencana.

“Keberadaan taman-taman ini adalah hal yang kita perlu jaga, kita lestarikan, dan kita tata sedemikian rupa agar dapat mendukung kehidupan sosial masyarakat sehingga nanti akan dapat memberikan kebahagiaan bagi masyarakat,” Pungkasnya.

(Bidang IKPS)

Editor: Supardi

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…