InternasionalNewsTNI / POLRI

Kado Alumni Akpol 91 Bhara Daksa dalam Rangka 33 Tahun Pengabdian ke Pengasuh saat Taruna

176
×

Kado Alumni Akpol 91 Bhara Daksa dalam Rangka 33 Tahun Pengabdian ke Pengasuh saat Taruna

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | Semarang – Raut muka tersenyum dari wajah Kompol (Purn) Sutomo Birowo, mantan pengasuh dan pelatih taruna di Akademi Kepolisian (Akpol). Rumahnya didatangi oleh alumni Akpol angkatan 1991 Bhara Daksa.

Dirinya mendapatkan tali asih berupa kursi roda elektrik lantaran saat ini keadaannya sudah tidak bisa lagi berjalan.

Birowo merupakan pengasuh dan pelatih bidang jasmani di Akpol mulai dari tahun 1973. Saat itu, Akpol masih berada di wilayah Sukabumi. Dirinya pun lanjut menjadi pengasuh saat Akpol pindah ke Semarang pada tahun 80-an.

Pemberian tali asih ini dalam rangka reuni Akpol 91 Bhara Daksa 33 tahun pengabdian. Sutomo merupakan salah satu pengasuh yang dikenal sangat baik bagi alumni Akpol 91.

Dengan ingatan dan pendengaran yang sudah mulai berkurang, Birowo menceritakan kenangan dirinya saat menjadi pengasuh dimana dia menjadi pelatih bidang jasmani.

“Saya biasa latih lari dari jam 7 pagi,” kata Birowo.

Terkait kenangan dengan alumni Akpol 91, Birowo mengatakan pada saat menghadiri reuni pada tahun lalu banyak yang masih mengenalinya. Ia pun bangga dan haru karena banyak alumni yang sudah memiliki pangkat jenderal.

“Saya sampai nangis karena sudah banyak yang menjadi Jenderal. Saya gak nyangka udah pada Jenderal. Dalam hati saya bilang ini lah hasilnya saya latih dan di asuh. Saya gak nyangka juga masih pada ingat saya. Mereka yang malah ingatkan saya dulu ikut lari CC,” katanya.

Birowo yang saat ini berusia 80 tahun menyampaikan bahwa menjadi pengasuh sangat berat.

“Berat jadi pengasuh. Masalah kepangkatan tidak ada prioritas. Berharap ke depannya pengasuh di akpol lebih diperhatikan,” katanya.

Pemberian tali asih berupa kursi roda elektrik diberikan oleh perwakilan alumni Akpol 91 yaitu Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Yassin Kosasih dan Kasubdit Patroliair Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Pol Dadan.

Kombes Pol Dadan mengatakan, kegiatan pemberian tali asih kepada pengasuh Kompol (Purn) Sutomo Birowo merupakan rangkaian kegiatan reuni Akpol 91 Bhara Daksa yang ke-33.

Sosok Birowo, katanya, adalah pengasuh yang selalu memberikan motivasi dan semangat kepada para taruna. Dengan adanya pemberian tali asih ini, ia berharap agar terjalin hubungan yang baik antara alumni Akpol 91 dengan para pengasuhnya.

“Beliau salah satu pengasuh kami yang selama kami di Semarang dari tahun 88-91 beliau sangat berjasa berkaitan dengan apa-apa yang kami terima. Maksud tujuan kami mewakili angkatan Bharaka Daksa 91 ini memberikan tali asih yang kebetulan beliau saat ini sudah tidak bisa berjalan kami memberikan sedikit tali asih yaitu kursi roda. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat kepada beliau dan motivasi agar bisa berjalan,” katanya.

Sementara itu, perwakilan keluarga Birowo bernama Ira menyampaikan terima kasih kepada angkatan Akpol 91 Bhara Daksa atas tali asihnya. Menurutnya pemberian kursi roda sangat bermanfaat.

“Semoga angkatan Akpol 91 Bhara Daksa semakin solid dalam menjalankan tugas-tugasnya untuk negara tercinta ini,” katanya.

(Red)

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…