BeritaBudayaNews

Lewat P2WKSS, Perempuan di Sukagalih Kota Bandung Lebih Berdaya

219
×

Lewat P2WKSS, Perempuan di Sukagalih Kota Bandung Lebih Berdaya

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | Bandung – Sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memberikan ruang bagi kaum perempuan untuk lebih produktif. Salah satunya program unggulan Program Peningkatan Peran Wanita menuju Kelurahan Sehat Sejahtera (P2WKSS).

Program terpadu ini diluncurkan pada Maret 2024 dan kecamatan Sukajadi tepatnya RW 02 kelurahan Sukagalih telah ditetapkan menjadi lokus program.

​”Selama tujuh bulan sejak diresmikan oleh bapak Wali Kota, kita merasakan banyak perubahan dan pencapaian, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dengan perempuan dan anak – anak sebagai fokus utama,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dharmawan di sela-sela Monitoring dan Evaluasi P2WKSS di Kantor Kelurahan Sukagalih, Senin 2 September 2024.

Ia mengungkapkan, ​perempuan di kelurahan Sukagalih menjadi lebih berdaya lagi dan memberi kontribusi pada ekonomi keluarga. Ini juga mendorong lebih mudah lagi mengakses layanan kesehatan, serta paling penting menjadi benteng dalam menciptakan keluarga sehat tanpa stunting baru.

​”Saya mengapresiasi seluruh upaya yang dilakukan semua elemen yang bergerak sehingga perubahan itu bisa kita rasakan. Terutama kepada penggerak PKK, kader Posyandu, petugas kesehatan Puskesmas, serta ketua RT dan RW yang bisa mengakselerasi berbagai program di tingkat lingkungan,” bebernya.

Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam pembangunan sangat penting, karena bersentuhan langsung. Masyarakat mengetahui kebutuhan, potensi, serta problematika yang ada sampai ke tingkat rumah tangga.

“​Hari ini kita bisa melihat bagaimana UMKM kelurahan Sukagalih bisa berkembang, koperasi perempuan pun aktif dan anggotanya terus bertambah. Terpenting dari koperasi ini, warga Sukagalih tidak lagi tergoda dengan pinjaman dari bank – bank emok, karena dalam perjalanan koperasi ini diasistensi langsung oleh satgas antirentenir,” tegas Dharmawan.

Sementara itu, Camat Sukajadi, Inci Dermaga Mustawan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam menyukseskan program unggulan Kota Bandung ini.

Inci mengatakan, program P2WKSS bukan hanya dilaksanakan oleh masyarakat saja, tetapi melibatkan pengusaha dan stake holder lainnya dalam memberikan pelayanan dan pelatihan di wilayah Sukagalih khsusunya.

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandung, Uum Sumiati mengungkapkan evaluasi ini bertujuan untuk mengukur keberhasilan P2WKSS.

“Hal ini untuk mendorong keterlibatan seluruh perangkat daerah, stakeholder, termasuk masyarakat dalam menunjang keberhasilan program ini,” ungkapnya.(zae)**

Kepala Diskominfo Kota Bandung

 

Yayan A. Brilyana

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…