NewsSosialTNI / POLRI

Pangdam III/Slw: Silaturahmi Perkuat Persatuan

141
×

Pangdam III/Slw: Silaturahmi Perkuat Persatuan

Sebarkan artikel ini

Ekaposelensa.com | Kab. Bogor, – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., melaksanakan Silaturahmi Kebangsaan bersama Tokoh Masyarakat Kabupaten Bogor bertempat di Kodim 0621/Kab. Bogor, Senin (14/10/2024).

Silaturahmi Kebangsaan dihadiri Kapolda Jabar, Wakapolda Jabar, Danrem 061/SK, para Asisten Kasdam III/Slw, para Kasi Kasrem 061/SK, Forkopimda Kab. Bogor, Para Kadis/Kaban Pemkab Bogor, Ormas, Organisasi Profesi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Kab. Bogor.

Mengawali silaturahmi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., memperkenalkan diri sebagai Pangdam III/Slw sekaligus mohon doa restu agar dapat mengemban tugas dengan amanah.

Dihadapan seluruh undangan, Pangdam III/Slw menegaskan bahwa Silaturahmi Kebangsaan merupakan momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa di wilayah, serta untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa ditengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Bangsa Indonesia tengah memasuki salah satu tahapan penting dalam demokrasi, yakni Pilkada Serentak 2024. Dalam proses tersebut, perbedaan pandangan dan pilihan merupakan hal yang wajar dan lumrah dalam konteks berdemokrasi. Namun semua harus menjaga suasana di wilayah agar tetap aman, damai dan kondusif.

”Mari kita jadikan perbedaan dalam demokrasi sebagai perekat bagi semangat pembangunan dan kemajuan di daerah kita. Perbedaan pilihan bukan alasan pembenar untuk memutuskan ikatan kekeluargaan dan silaturahmi, tetapi justru harus menjadi semangat untuk saling memahami dan menjaga kerukunan,” tutur Pangdam.

Mayjen TNI Dadang juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga kondusivitas wilayah menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Masyarakat dihimbau untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang jika ada hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

”Mari kita jaga sinergitas dan kekompakan diantara seluruh elemen bangsa baik Pemda, TNI, Polri, Organisasi Keagamaan, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Profesi, Organisasi Kepemudaan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat. Semua memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesejukan di masyarakat,” ungkap Pangdam III/Slw. (Pendam III/Siliwangi).

Zaenal

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…