NewsTNI / POLRI

Tembok Penahan Tanah Pangalengan Ambruk, Diduga Akibat Pengerjaan Asal-asalan

179
×

Tembok Penahan Tanah Pangalengan Ambruk, Diduga Akibat Pengerjaan Asal-asalan

Sebarkan artikel ini

Pangalengan, Kab. Bandung – Sebuah tembok penahan tanah (TPT) senilai Rp 149 juta di Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, ambruk pada Senin, 4 November 2024. Kejadian ini hanya beberapa hari setelah proyek tersebut dinyatakan selesai, memicu kecurigaan warga akan kualitas pengerjaan yang diduga asal-asalan dan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi.

Warga setempat melaporkan bahwa TPT dibangun di atas tanah urugan yang tidak dipadatkan dengan baik. Material yang digunakan, berupa batu campuran cadas basah, juga dipertanyakan kualitasnya. Kondisi ini membuat konstruksi TPT menjadi rapuh dan mudah runtuh.

Dugaan lain menyebutkan kurangnya koordinasi antara kontraktor, pengawas UPT-PUTR, dan Pemerintah Desa. Hal ini mengakibatkan lemahnya pengawasan terhadap kualitas material dan pengerjaan proyek. Perubahan nama pelaksana proyek dari CV Furi Indah menjadi CV Satya Graha Putra juga menimbulkan kecurigaan adanya upaya penyembunyian informasi.

CV Satya Graha Putra, melalui pesan WhatsApp, mengakui ambruknya TPT. Namun, tanggapan mereka yang menganggap kejadian tersebut “tidak penting” dan memprioritaskan kepuasan dinas UPT daripada keselamatan warga, menuai kritik tajam. Pernyataan ini dinilai menunjukkan kurangnya tanggung jawab dan prioritas keselamatan dari pihak kontraktor.

Ambruknya TPT berdampak negatif bagi warga, baik secara material maupun keselamatan. Masyarakat menuntut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, DR. IR. H. ZEIS ZULTAQAWA, ST., MM, untuk segera menindaklanjuti kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Peristiwa ini menjadi sorotan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Bandung dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang harus menindak tegas jika terbukti adanya kecurangan. Ke depannya, keterlibatan warga dalam proses pembangunan dan pengawasan proyek sangat penting, serta investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya TPT dan menjatuhkan sanksi yang setimpal.

Sri

Sat Binmas Polres Garut Hadiri Pengajian Nisfu Sya’ban, Perkuat Kamtibmas Lewat Dakwah dan Edukasi Garut – Dalam rangka upaya preemtif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Sat Binmas Polres Garut menghadiri kegiatan Pengajian Bulanan Nisfu Sya’ban dan Kuramasan yang diselenggarakan di Aula Yayasan Pondok Pesantren Mabdaul Ulum, Kampung Pasirsalam, Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, Senin (1/2/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 250 jamaah, terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta santri dan warga sekitar. Kehadiran personel Sat Binmas Polres Garut dipimpin oleh Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Garut AIPTU Umar Taufik, S.Sos.I, bersama anggota. Pengajian ini turut dihadiri Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Mabdaul Ulum KH. Adi Pamungkas, S.H.I, Kepala Madrasah Diniyah Ust. Syamsul Ramli, S.E, Ketua Yayasan Ustadzah Umi Nia Parida, S.Pd.I, Kepala Sekolah SMA dan SMK Mabdaul Ulum Ust. Odang Arifin, S.Pd.I, serta para pengajar dan tokoh agama lainnya. Dalam ceramahnya, AIPTU Umar Taufik menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada para jamaah agar momentum Nisfu Sya’ban dan Kuramasan dijadikan sebagai sarana muhasabah diri, memperbaiki akhlak, mempererat silaturahmi, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Ia juga mengajak jamaah untuk menjauhi berbagai penyakit masyarakat seperti miras, narkoba, judi online, tawuran, hoaks, serta mengingatkan pentingnya membina keluarga dan generasi muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif. Selain itu, disampaikan pula materi wawasan kebangsaan, bahaya radikalisme dan terorisme, penyalahgunaan narkoba, premanisme, serta pentingnya tertib berlalu lintas. Tak lupa, Sat Binmas Polres Garut juga menyampaikan arahan dari Dirbinmas Polda Jabar terkait antisipasi potensi gangguan Kamtibmas pada momentum long weekend, peringatan Isra Mi’raj, serta menjelang Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan pengajian diisi dengan rangkaian acara pembukaan, ceramah keagamaan, renungan dan muhasabah, doa bersama, hingga penutupan. Melalui kegiatan ini, Sat Binmas Polres Garut berharap terjalin sinergi yang kuat antara ulama, masyarakat, dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang religius, damai, dan harmonis.
Berita

Eksposelensa.com – Garut – Dalam rangka upaya preemtif…