BeritaLintas DaerahLintas ProvinsiNewsSosialTNI / POLRI

*Hari Pertama Kerja, Bupati Bandung Dadang Supriatna Prioritaskan Penanganan Banjir Dayeuhkolot dengan Terjun Langsung ke Lokasi Terdampak*

208
×

*Hari Pertama Kerja, Bupati Bandung Dadang Supriatna Prioritaskan Penanganan Banjir Dayeuhkolot dengan Terjun Langsung ke Lokasi Terdampak*

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – KAB BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna, langsung terjun ke lapangan pada hari pertama masuk kerja pasca cuti kampanye. Ia turun langsung menembus genangan banjir demi menemui masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.

Sebelum meninjau korban banjir, Dadang Supriatna terlebih dahulu melakukan serah terima jabatan (sertijab) dengan Pj Bupati Bandung Dikky Achmad Sidiq di Hotel Grand Sunshine, Soreang, Minggu (24/11/2024) siang.

“Hari ini saya kembali aktif menjadi Bupati Bandung karena masa cuti saya telah berakhir. Setelah sertijab dengan Pak Pj Bupati, saya hari ini langsung turun ke lapangan untuk meninjau lokasi banjir,” ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Usai sertijab, Bupati Dadang Supriatna bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung mulai dari Kapolresta Bandung Kombespol Kusworo Wibowo, Dandim 0624 Kabupaten Bandung dan Komandan Lanud Sulaeman, langsung meluncur ke lokasi banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.

Begitu tiba di Dayeuhkolot, Bupati yang akrab disapa Kang DS itu langsung meninjau dapur umum yang menyediakan kebutuhan logistik dan makanan bagi para pengungsi. Kang DS ingin memastikan ketersediaan makanan dan logistik para korban banjir terpenuhi.

Untuk melihat lebih dekat kondisi warga yang rumahnya terendam banjir, Kang DS bahkan tak segan menyusuri pemukiman penduduk yang terendam banjir akibat luapan Sungai Citarum menggunakan perahu karet.

Beberapa kali, Kang DS bahkan sampai turun dari perahu karet yang ditumpanginya demi menemui warga terdampak banjir. Ia rela menyusuri gang-gang sempit untuk melihat langsung kondisi warganya yang kebanjiran.

Kang DS dengan sabar dan telaten bersedia mendengarkan keluh kesah warga yang rumahnya terendam banjir dan terpaksa mengungsi sementara waktu ke tempat pengungsian.

“Kita akan bekerja keras bersama-sama untuk mengatasi masalah banjir di Dayeuhkolot dan memberikan solusi terbaik bagi masyarakat. Ini adalah prioritas utama saya setelah kembali bertugas,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya, Bupati Dadang Supriatna juga mencatat berbagai kebutuhan mendesak warga, mulai dari makanan, pakaian, hingga obat-obatan. Kang DS juga memastikan bantuan dari pemerintah daerah terutama makanan dan obat-obatan segera disalurkan dan tepat sasaran.

Tidak hanya mengunjungi warga terdampak dan dapur umum, Kang DS juga langsung menggelar rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mencari solusi penanganan banjir Dayeuhkolot.

“Rapat ini difokuskan untuk mencari solusi percepatan penanganan banjir di Dayeuhkolot. Kita memerlukan 8 folder, saat ini baru ada 3 folder,” ujar Kang DS.

Bupati Dadang Supriatna juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar instansi terkait untuk mengatasi masalah banjir secara efektif dan berkelanjutan termasuk dengan pemerintah provinsi, BBWS dan berbagai stakeholder lainnya.

Ia menegaskan Pemkab Bandung berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran untuk mendukung langkah-langkah konkret penanganan banjir di Dayeuhkolot agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal.

Sumber : Liputan Team FNC/ Pemkab Bandung
Editor : sri

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…