BeritaLintas DaerahLintas ProvinsiNewsSosialTNI / POLRI

Apresiasi Tinggi untuk Kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam Mengentaskan Kemiskinan Melalui Program 100 Hari Kerja, Open Donasi Bayi Devan Berbuah Manis

269
×

Apresiasi Tinggi untuk Kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam Mengentaskan Kemiskinan Melalui Program 100 Hari Kerja, Open Donasi Bayi Devan Berbuah Manis

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – Purwakarta, 21 November 2024 – Kinerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mengentaskan kemiskinan mendapat pengakuan positif dari masyarakat. Hal ini semakin terlihat setelah viralnya pemberitaan mengenai open donasi untuk membantu bayi Muhammad Devan Alvarendra, yang membutuhkan operasi kedua. Pemberitaan tersebut dipublikasikan oleh GMOCT Gabungan Media Online dan Cetak Ternama, serta didukung oleh FWJI Indonesia.

Dalam pidato perdana presiden, Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi isu kemiskinan di tanah air. Kementerian Sosial (Kemensos) RI turut memberikan respons cepat terhadap situasi yang dihadapi oleh keluarga bayi Devan, dengan mengunjungi rumah orang tua bayi tersebut untuk memberikan dukungan ekonomi dan mendaftarkan mereka dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kunjungan tersebut dilakukan oleh perwakilan Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Anang dan Diyah, yang didampingi oleh Kepala Desa Cikadu, H. Sulaeman. Mereka menemui Ahmad Alfian dan Gita Permatasari, orang tua dari bayi Devan, di Kampung Bongas Kolot, Desa Cikadu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Ahmad Alfian, selaku ayah dari bayi Devan, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membantu keluarganya. Ia menyatakan, “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Kemensos, Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, RS Hasan Sadikin Bandung, dan para donatur yang telah menyisihkan rejekinya untuk meringankan beban kami.”

” Tidak lupa saya ucapkan banyak terima kepada bapak Kasatreskrim Polres Jepara AKP Yorisa Prabowo yang juga telah menyisihkan sebagian rejekinya untuk meringankan beban kami “.

Lebih lanjut, Ahmad juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus GMOCT dan FWJI Indonesia yang telah membantu menyebarkan informasi terkait open donasi ini. “Semoga kebaikan semua pihak dibalas oleh Allah SWT dengan rejeki yang berlimpah,” ujarnya.

Harapan akan masa depan yang lebih baik dan makmur di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming semakin menguat. Masyarakat percaya bahwa dengan program-program yang tepat dan dukungan dari pemerintah, Indonesia dapat mengatasi tantangan kemiskinan dan mencapai kesejahteraan yang lebih merata.

Dengan keberhasilan program 100 hari kerja dan respons cepat terhadap situasi sosial, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan perubahan positif bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Di tempat lain, Yopi Zulkarnain selalu Pendiri Gabungan Media Online & Cetak Ternama (GMOCT) Mengatakan, Alhamdulillah atas kerja keras Rekan dalam membantu Bapak Ahmad Alfian dan Gita Permatasari, orang tua dari bayi Devan, di Kampung Bongas Kolot, Desa Cikadu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dengan cara membuka Open Donasi di respon oleh pihak Kepemerintahan, Terutama Dinas Sosial, Pihak Rumah Sakit, dan Para Dermawan-dermawan seperti Bapak Kasatreskrim Polres Jepara AKP Yorisa Prabowo dan Dermawan-dermawan lainnya
yang telah bersedia menyisihkan sedikit penghasilan mereka untuk membantu Bapak Alfian.

“Jika ada yang tertimpa kesusahan, mari kita budayakan tradisi untuk langsung memberikan bantuan. Dimana bantuan tersebut yang dapat kita berikan, sangatlah bermanfaat bagi mereka yang memerlukan.

Terpisah Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan mengapresiasi apa yang telah disampaikan STLP Bekasi Kementerian Sosial RI. Menurutnya respon cepat seperti itu sangat dinanti rakyat Indonesia, terkhusus bagi warga yang benar-benar membutuhkan ikut campur Pemerintah.

“Respon cepat STPL Bekasi patut diapresiasi. Kami berharap Pemerintah lebih jeli dan terbuka dengan berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan dan hukum di masyarakat. Sehingga masyarakat merasakan Negara hadir ditengah tengah mereka. “Jelas Opan di Jakarta, Selasa (26/11/2024).

Dia juga berharap kedepannya bukan hanya slogan ‘No Viral No Justice’ akan tetapi respon cepat Pemerintah dalam menanggulangi persoalan-persoalan itu lebih mengedepankan program nyata.

TEAM INVESTIGASI
GMOCT

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…