BeritaInternasionalLintas DaerahLintas ProvinsiNewsSosialTNI / POLRI

1 SST Brimob Jabar Ikuti Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Operasi Angkutan Natal 2024 & Tahun Baru 2025 di Halaman Stasiun Bandung

121
×

1 SST Brimob Jabar Ikuti Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Operasi Angkutan Natal 2024 & Tahun Baru 2025 di Halaman Stasiun Bandung

Sebarkan artikel ini

Bandung, Eksposelensa.com – Jawa Barat, 23 Desember 2024.Sebanyak satu peleton anggota Satbrimob Polda Jawa Barat yang dipimpin oleh Aipda Komarudin, melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka persiapan Operasi Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Apel tersebut berlangsung di halaman Stasiun Bandung dan merupakan bagian dari upaya menjaga kelancaran dan keamanan transportasi selama masa libur panjang yang diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, salah satunya adalah Direktur 2 PT. Kereta Api Indonesia Persero, Bapak Awan Hermawan yang bertindak sebagai pembina apel.

Dalam sambutannya, Bapak Awan Hermawan menekankan pentingnya koordinasi antara aparat TNI, Polri, Kemenhub, PT. Kereta Api Indonesia serta seluruh pihak terkait lainnya dalam rangka memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan para penumpang.

Apel ini merupakan bagian dari persiapan besar yang melibatkan berbagai instansi, baik kepolisian, Kementerian Perhubungan, maupun PT. Kereta Api Indonesia, untuk mengamankan operasional angkutan Natal dan Tahun Baru.

Aipda Komarudin menjelaskan bahwa anggota Satbrimob Polda Jawa Barat akan dilibatkan dalam pengamanan di berbagai titik strategis, termasuk stasiun-stasiun besar seperti Stasiun Bandung, dan Stasiun Kiaracondong yang diperkirakan akan menjadi pusat keramaian penumpang.

Kegiatan apel gelar pasukan ini diharapkan dapat menjadi simbol kesiapan aparat dalam menjalankan tugas mereka selama masa Operasi Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025.

Dengan pengamanan yang optimal, diharapkan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman.

Bapak Awan Hermawan, dalam amanatnya menekankan bahwa keselamatan dan kenyamanan para penumpang menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, PT. Kereta Api Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pihak TNI, Kepolisian dan aparat keamanan lainnya untuk memastikan bahwa seluruh proses perjalanan berjalan dengan lancar.

Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa fasilitas di Stasiun Bandung siap digunakan dengan baik, termasuk ruang tunggu yang nyaman dan fasilitas lainnya yang mendukung kelancaran angkutan.

Aipda Komarudin mengimbau anggota Satbrimob Polda Jawa Barat yang terlibat dalam operasi ini untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Anggota Satbrimob diinstruksikan untuk menjaga ketertiban, memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama masa operasi.

Ditempat terpisah Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K , mengatakan, “Dengan adanya apel gelar pasukan ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja dengan maksimal dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya para penumpang yang menggunakan transportasi kereta api pada libur Natal dan Tahun Baru 2025 mendatang”.

“Apel gelar pasukan ini bukan hanya sebagai bentuk kesiapan aparat dalam menghadapi lonjakan penumpang, tetapi juga sebagai tanda nyata komitmen dari pihak TNI, Kepolisian dan PT. Kereta Api Indonesia untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan”. Kata Donyar Kusumadji.

(Supardi/Humas Brimob)

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…