BeritaLintas DaerahLintas ProvinsiNewsSosialTNI / POLRI

Kostrad 321 Majalengka Kecam Keras Oknum yang Mengaku Anggota Terkait Viralnya Pemberitaan Dugaan Penjualan Tanah Bengkok Bongas Wetan

115
×

Kostrad 321 Majalengka Kecam Keras Oknum yang Mengaku Anggota Terkait Viralnya Pemberitaan Dugaan Penjualan Tanah Bengkok Bongas Wetan

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – Majalengka, Jawa Barat – Kostrad 321 Majalengka, yang diwakili oleh Kopda Humas nya, mengecam keras tindakan oknum yang mengaku sebagai anggota Kostrad 321 dalam pemberitaan terkait dugaan penjualan tanah bengkok oleh Kades Bongas Wetan. Hal ini disampaikan oleh Humas Kostrad 321 setelah melakukan telekonferensi dengan Saeful Yunus, pemilik rilis berita yang disebarluaskan ke GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama).

Sang Humas Kostrad 321menegaskan bahwa Kostrad 321 akan mengusut tuntas siapa pun yang menyalahgunakan nama institusi TNI. “Kostrad 321 adalah institusi TNI yang tidak mentolerir segala bentuk kejahatan, baik konvensional maupun lainnya,” tegas Humas Kostrad 321. Pihak Kostrad akan menindak tegas jika terbukti ada yang mengaku-ngaku sebagai anggota Kostrad 321 dalam kasus ini.

Pada hari ini, Rabu, 8 Januari 2024, Saeful Yunus dan Nunung Nurhayati dipanggil ke Markas Kostrad Yonif Raider 321 Majalengka untuk memberikan klarifikasi. Dalam video klarifikasinya, Saeful Yunus menjelaskan fakta sebenarnya terkait berita yang telah tersebar di beberapa media online. Ia menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan anggota Bataliyon 321 dalam perkara penjualan tanah bengkok Desa Bongas Wetan, dan mengungkapkan bahwa oknum yang memerintahnya untuk datang ke Kostrad 321 adalah masyarakat biasa.

Atas nama dirinya dan Nunung Nurhayati, Saeful Yunus meminta maaf yang sebesar-besarnya jika pemberitaan tersebut telah mengganggu, merusak, atau mencemarkan nama baik institusi Bataliyon 321 Majalengka. “Kami meminta maaf kepada seluruh keluarga besar TNI, khususnya Bataliyon 321 Majalengka, atas kegaduhan pemberitaan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Haris Mursyad, yang tercatat dalam surat kuasa yang dikeluarkan oleh Kades Bongas Wetan sebagai penerima kuasa, masih dalam proses interogasi pihak Kostrad 321 Majalengka. Haris Mursyad disebut dalam surat kuasa sebagai Tim Khusus Kodam III Siliwangi.

Dengan diterbitkannya pemberitaan ini, kepengurusan GMOCT akan meminta perkembangan hasil interogasi dari pihak Yonif Raider 321 terhadap Haris Mursyad melalui Humas Kostrad 321.

Sementara itu Asep NS, selaku Sekretaris Umum GMOCT dan juru bicara organisasi tersebut, berharap agar oknum yang mengaku-ngaku anggota Kostrad 321 dapat diproses secara hukum agar menimbulkan efek jera. GMOCT, menurut Asep, menerima rilis berita dan bukti-bukti yang dikumpulkan dari berbagai pihak, termasuk Pimred SBI yang tergabung dalam GMOCT dan telah berkoordinasi langsung dengan Saeful Yunus.

Asep menambahkan bahwa pemberitaan ini, selain bertujuan untuk mengungkap dugaan kasus penjualan tanah bengkok, juga merupakan bentuk hak jawab dari Kostrad 321 Majalengka. Klarifikasi dari Humas Kostrad 321, yang merupakan mitra media Penajournalis.com milik Asep, menjadi dasar penyampaian hak jawab tersebut.

GMOCT akan terus mengawal pemberitaan selanjutnya dan meminta update perkembangan setelah Saeful Yunus berkunjung ke Markas Kostrad 321 Majalengka untuk memberikan klarifikasi dan informasi yang sebenarnya.

Team/Red (PENAJOURNALIS)

GMOCT

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…