BeritaLintas DaerahLintas ProvinsiNewsSosialTNI / POLRI

Kapolda Jabar Ziarah dan Kunjungi Rumah Duka Aipda Anumerta Anditia, Pahlawan Kemanusiaan yang Gugur Saat Bertugas

119
×

Kapolda Jabar Ziarah dan Kunjungi Rumah Duka Aipda Anumerta Anditia, Pahlawan Kemanusiaan yang Gugur Saat Bertugas

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus S.I.K., M.Si., M.M melakukan kunjungan khusus ke rumah duka Aipda Anumerta Anditia Munartomo di Kabupaten Bandung, Minggu (05/01/2025).

Setelah mengunjungi rumah duka, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, melanjutkan kunjungannya ke lokasi pemakaman almarhum Aipda Anumerta Anditia Munartomo. Kapolda Jabar hadir untuk memberikan penghormatan terakhir di pusara sang pahlawan yang gugur dalam tugas.

“Kunjungan ini sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas aksi heroik Aipda Anumerta Anditia, yang mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan korban tenggelam di Pantai Pangandaran pada akhir Desember lalu.” kata Kapolda Jabar, Rabu (8/1/2025)

Dalam suasana haru, Kapolda Jabar menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum. “Aipda Anumerta Anditia adalah sosok luar biasa yang menginspirasi kita semua. Tindakannya adalah bukti nyata dari pengabdian tanpa pamrih kepada masyarakat,” ujar Irjen Pol Akhmad Wiyagus.

Kapolda Jabar juga memberikan bantuan simbolis kepada keluarga sebagai bentuk dukungan moral dan penghargaan atas pengorbanan besar almarhum. Ia menegaskan bahwa pengorbanan Aipda Anumerta Anditia akan menjadi catatan penting dalam sejarah Polri.

Suasana rumah duka dipenuhi rasa haru saat keluarga almarhum menyampaikan kebanggaan mereka atas dedikasi Aipda Anumerta Anditia. “Kami merasa kehilangan, tetapi juga bangga. Semoga keberanian dan pengabdiannya menjadi inspirasi bagi banyak orang,” ungkap salah satu anggota keluarga.

Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri untuk selalu menghargai dan mendukung keluarga anggota yang telah berjasa besar. Kapolda Jabar menegaskan bahwa tindakan Aipda Anumerta Anditia akan dikenang selamanya sebagai simbol keberanian dan pengabdian.

Almarhum Aipda Anumerta Anditia Munartomo kini tidak hanya menjadi pahlawan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Jawa Barat dan Indonesia. Aksinya menjadi bukti bahwa Polri selalu hadir melindungi dan melayani, bahkan dengan risiko tertinggi sekalipun.

 

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…