BeritaNewsTNI / POLRI

Kapolres Pantau Langsung Pengamanan Ibadah di Vihara, Pastikan Imlek 2025 di Kota Tangerang Berlangsung Kondusif

182
×

Kapolres Pantau Langsung Pengamanan Ibadah di Vihara, Pastikan Imlek 2025 di Kota Tangerang Berlangsung Kondusif

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com, Tangerang — Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho didampingi Wakapolres, AKBP Eko Bagus Riyadi dan sejumlah Pejabat Utama (PJU) melaksanakan monitoring di 3 (tiga) Vihara berlokasi di Kecamatan Tangerang, kecamatan Karawaci dan Kecamatan Neglasari. Selasa (28/1/2025) petang. Tiga Vihara itu yakni Vihara Boen Tek Bio, Vihara Nimmala Boen San Bio dan Vihara Yan Sen Bio.

Kunjungan diawali rombongan Kapolres mendatangi Vihara Boen Tek Bio di kawasan pasar lama, Kecamatan Tangerang. Dilokasi vihara tersebut, Kapolres dan jajaran disambut sejumlah pengurus Vihara dan panitia pelaksana. Selanjutnya kunjungan dilanjutkan ke Vihara Nimmala Boen San Bio dan Yan Sen Bio.

“Monitoring ini menindaklanjuti kegiatan apel gelar pasukan yang dilaksanakan tadi pagi. Malam ini kami melakukan monitoring secara langsung di Vihara-Vihara. Kegiatan ini untuk memastikan kesiapan personel pengamanan, termasuk pengamanan internal di sejumlah Vihara,” ujar Kapolres kepada awak media di Vihara Nimmala Boen San Bio.

Zain menjelaskan, sesuai informasi dari pengurus di 2 (dua) Vihara, Boen Tek Bio dan Nimmala Boen San Bio puncak ibadah akan dilaksanakan pada pukul 23.00 WIB hingga besok tepat pada hari Imlek, Rabu 29 Januari 2025.

“Untuk memudahkan pengawasan dan pengamanan ibadah, para Jama’at yang akan masuk melalui 1 (satu) pintu, guna menghindari penumpukan jumlah jama’at dan memudahkan pengawasan maupun pengecekan terhadap barang bawaan jama’at. Itu semua dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas yang dimungkinkan terjadi saat peribadatan berlangsung,” jelasnya.

Sementara, ditambahkan Agus Hidayat selaku Pengurus Vihara Nimmala Boen San Bio, bahwa rangkaian ibadah Imlek 2576/2025 diawali dengan persembahyangan umum, pentas seni dan pesta lampion dimulai pada pukul 20.00 WIB.

Selanjutnya persembahyangan bersama akan dilaksanakan mulai pukul 23.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Doa dipanjatkan untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Para Dewa-Dewi.

“Kami perkirakan sebanyak 5.000 umat akan beribadat di Vihara Nimmala Boen San Bio ini,” kata Agus.

“Mewakil kepengurusan Vihara kami, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Kapolres dan Jajaran, karena telah membantu pengamanan pada perayaan tahun Baru Imlek 2025/2576. Semoga berjalan dengan baik, aman dan kondusif,” tutupnya.

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…