BeritaInternasionalLintas DaerahLintas ProvinsiNewsTNI / POLRI

Ketahanan Pangan di Desa Kubang: Sinergi Jajaran Kompi 2 Batalyon C Pelopor dan Masyarakat

130
×

Ketahanan Pangan di Desa Kubang: Sinergi Jajaran Kompi 2 Batalyon C Pelopor dan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Cirebon, Eksposelensa.com – Di tengah dinamika global dan tantangan pemenuhan pangan nasional, upaya peningkatan ketahanan pangan semakin menjadi prioritas.

Didesa Kubang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, jajaran anggota Kompi 2 Batalyon C Pelopor menunjukkan komitmen nyata melalui serangkaian kegiatan monitoring dan pendampingan lahan pertanian. Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis yang mendukung swasembada pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Pelaksanaan Monitoring dan Pendampingan

Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan, tim Brimob dari Kompi 2 Batalyon C Pelopor bekerja sama dengan petani setempat untuk melakukan pengecekan dan pendampingan pengelolaan lahan pertanian. Fokus utama kegiatan ini adalah pemantauan pertumbuhan tanaman pangan—seperti padi dan jagung—yang merupakan komoditas andalan masyarakat Desa Kubang. Pendekatan langsung kepada petani bertujuan untuk:

Memastikan Produktivitas Optimal: Tim membantu dalam penerapan teknik pertanian modern yang dapat meningkatkan hasil panen.

Mengoptimalkan Pemanfaatan Lahan: Dengan pendampingan intensif, diharapkan lahan pertanian dikelola secara efektif sehingga mendukung stabilitas pasokan pangan lokal.

Membangun Sinergi Aparat dan Masyarakat: Interaksi langsung antara petugas dan masyarakat menciptakan hubungan yang lebih harmonis serta saling mendukung dalam mengatasi berbagai kendala pertanian.

Peran Strategis Brimob dalam Ketahanan Pangan

Kegiatan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis pertanian, tetapi juga mengedepankan peran aktif aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan mendukung inisiatif swasembada pangan. Keterlibatan langsung jajaran Kompi 2 Batalyon C Pelopor merupakan bentuk komitmen Brimob dalam membantu mewujudkan kemandirian pangan di tingkat daerah.

Dengan kehadiran mereka, diharapkan kendala teknis maupun logistik dapat segera diatasi sehingga hasil panen dapat maksimal dan distribusinya lancar.

Statement Resmi dari Bapak Dansat Brimob

Menyikapi keberhasilan kegiatan ini, Bapak Dansat Brimob Kombes Pol Donyar Kusumadji S.I.K menyampaikan pernyataan resmi:

> “Dalam menghadapi tantangan global di sektor pangan, kehadiran Brimob bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai mitra yang mendampingi masyarakat. Kami berkomitmen untuk mendukung swasembada pangan nasional dengan memberikan pendampingan langsung kepada petani dan memastikan bahwa setiap inisiatif yang kami lakukan membawa manfaat nyata bagi rakyat. Ketahanan pangan adalah fondasi bagi kedaulatan suatu bangsa, dan kami di sini untuk mewujudkannya bersama masyarakat.”

Pernyataan ini menggambarkan bahwa dukungan dari Brimob merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam mencapai ketahanan pangan nasional.

Melalui kerjasama dan sinergi yang terjalin antara aparat dan masyarakat, diharapkan program-program sejenis dapat terus dikembangkan demi kesejahteraan rakyat.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Keberhasilan kegiatan monitoring dan pendampingan lahan pertanian di Desa Kubang menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara aparat dan masyarakat dapat mendorong kemajuan di sektor pertanian. Di masa depan, diharapkan:

Pengembangan Teknologi Pertanian: Lebih banyak inovasi yang diadopsi untuk meningkatkan produktivitas.

Peningkatan Kapasitas Petani: Melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, petani dapat mengoptimalkan potensi lahan mereka.

Peningkatan Kerjasama Antar instansi: Sinergi antara Brimob, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya menjadi kunci sukses swasembada pangan.

Artikel ini menyampaikan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian semata, melainkan merupakan upaya bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan aparat keamanan untuk mencapai kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

(Supardi/Bid Humas Brimob)

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…