BeritaLintas DaerahNewsTNI / POLRI

Misteri Mobil Xenia Nopol H 9473 ES dan STP (Polres Demak): Kejanggalan Penanganan Kasus Makin Mencuat

101
×

Misteri Mobil Xenia Nopol H 9473 ES dan STP (Polres Demak): Kejanggalan Penanganan Kasus Makin Mencuat

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – Semarang Jawa Tengah (GMOCT) Selasa 17 Juni 2025 – Team liputan khusus GMOCT Gabungan Media Online dan Cetak Ternama mendatangi salahsatu penyidik yang terdapat di dalam surat STP tersebut yang saat ini bertugas di Polsek Semarang Tengah selaku Kasubnit pada hari Sabtu 14 Juni 2025 di ruang kerjanya, Fatur Rokhim S.H., menyebutkan bahwa ya betul terkait dengan surat STP tersebut saya yang memproses nya”.

Namun saat ditanyakan apakah STP tersebut dilampirkan atau tidak ke dalam berkas berkas P21 ke kejaksaan negeri Demak, dijawab oleh Fathur Rokhim bahwa dirinya beserta team penyidik melampirkan surat STP tersebut.

Ketika ditanyakan kalaupun dari pihak penyidik melampirkan STP tersebut ke kejaksaan, lalu kenapa Agus Muhamad Ihsan selaku yang menerima STP tersebut tidak diundang oleh kejaksaan Demak dan apakah penyidik tidak memberikan surat pemberitahuan agar Agus Muhamad Ihsan menghadiri sidang sebagai saksi? Fatur Rokhim menjawab ” Sudah bukan kewenangan lagi penyidik untuk mengundang Agus Muhamad Ihsan, namun itu menjadi kewenangan kejaksaan (JPU).

Akan tetapi Fatur Rokhim S.H., pun selaku penyidik merasa kebingungan dan keheran-heranan kenapa JPU Tidak melayangkan undangan kepada Agus Muhamad Ihsan selaku penerima STP tersebut. Team liputan melihat adanya dugaan terkesan saling lempar batu sembunyi tangan (diduga saling menyalahkan).

Menjawab pertanyaan perihal data apa saja yang digunakan oleh Shohi Saad saat melaporkan Bambang Riadi Lebdo Purwanto ke Polres Demak, dijawab oleh Fatur Rokhim adalah diantaranya berkas Surat Pernyataan Perjanjian jual beli, dan Bukti Cek serta Bukti Penolakan Cek Kosong dari salahsatu Bank Konvensional.

Namun saat ditanyakan kenapa Polisi tidak meminta agar Shohi Saad menunjukkan bukti kepemilikan BPKB yang sah, dijawab oleh Fatur Rokhim adalah dengan adanya Bukti Pernyataan Perjanjian jual beli antara Shohi Saad dengan Bambang Riadi Lebdo Purwanto itu sudah masuk unsur pidananya.

Akan tetapi saat team liputan Mewawancarai Shohi Saad perihal Surat Pernyataan Perjanjian jual beli apakah ditandatangani oleh kedua belah pihak, dijawab iya, artinya surat perjanjian jual beli antara Shohi Saad dengan Bambang Riadi Lebdo Purwanto adalah disepakati dan ditandatangani secara sadar oleh kedua belah pihak.

Bahkan Fatur Rokhim pun kebingungan perihal Majelis hakim memutuskan bahwa Unit Mobil Xenia malah dikembalikan ke Shohi Saad selaku pelapor, bukan Agus Muhamad Ihsan yang jelas jelas memiliki bukti kwitansi pembelian dan STP yang dikeluarkan oleh Polres Demak, dan Unit Mobil Xenia warna hitam tersebut pun sudah dijual oleh Shohi Saad.

Didalam STP tersebut terdapat pula nama Penyidik a n Suwartono, akan tetapi pada saat team liputan mendatangi Suwartono di ruangan Pidum Mapolres Demak pada Kamis 12 Juni 2025 justru Suwartono menyebutkan bahwa yang menangani berkas berkas nya Agus Muhamad Ihsan adalah Fatur Rokhim.

Dalam jeda sesi wawancara, Fatur Rokhim mencoba menggunakan sambungan telepon dengan Suwartono, dalam sambungan telepon tersebut lagi-lagi Suwartono menyebutkan bahwa dirinya telah menemukan file berkas bukti pelaporan ataupun aduan a n Agus Muhamad Ihsan dengan teradu ataupun terlapor a n Suyatno, akan tetapi sangat berbeda sekali dengan SP2HP yang dimiliki oleh Agus Muhamad Ihsan, didalam SP2HP tersebut yang dilaporkan adalah Bambang Riadi Lebdo Purwanto.

Jika benar Suwartono selaku penyidik Polres Demak telah menemukan file berkas bukti pelaporan a n Agus Muhamad Ihsan, yang menjadi pertanyaan kenapa Suwartono tidak berani memperlihatkan kepada Agus Muhamad Ihsan ataupun team liputan, serta Sudah Empat Tahun berarti jika benar berkas bukti pelaporan ataupun aduan a n pelapor Agus Muhamad Ihsan dan a n terlapor Suyatno jalan ditempat atau tidak ditindaklanjuti, dan yang lebih menarik adalah barang bukti Unit Mobil Xenia warna hitam dengan Nopol H 9473 ES tersebut telah raib dijual oleh Shohi Saad

Team liputan akan mendampingi serta mengawal  Agus Muhamad Ihsan dalam pelaporan ke Propam Polda Jateng berbekal berkas-berkas yang dimilikinya guna mencari keadilan dan Meminta agar nama baiknya dipulihkan kembali saat dirinya didatangi oleh Resmob Polres Demak dikarenakan saat kejadian tersebut para tetangga menyaksikan dikarenakan sedang ronda malam.

Team liputan pun akan mewawancarai salahsatu jaksa yang disebutkan oleh Fatur Rokhim a n Jaksa Een yang saat ini bertugas di PN Semarang guna mendapatkan informasi yang komprehensif.

#No Viral No Justice

#Polripresisi

#Poldajateng

#Polresdemak

#Polseksemarangtengah

Team/Red

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

Editor: Adji Saka

 

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…