BeritaNews

Modus Mafia BBM di Palabuhanratu: Aktivis Ungkap Dalih Nelayan, Nyatanya Dijual ke Pengecer

146
×

Modus Mafia BBM di Palabuhanratu: Aktivis Ungkap Dalih Nelayan, Nyatanya Dijual ke Pengecer

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com, Sukabumi
Aktivis Jawa Barat, Rohendi, menemukan sebuah mobil pick up dengan Nomor Polisi F 8754 UU yang diduga mengangkut ribuan liter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU 34.43304, Jalan Alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (18/9/2025).

SPBU yang lebih dikenal dengan sebutan SPBU Gado Bangkong, menjadi sorotan setelah mobil tersebut kedapatan memuat Pertalite dengan kapasitas sekitar 1.500 liter. BBM itu disimpan menggunakan jerigen berukuran 35 liter yang disusun rapih di atas bak kendaraan.

Rohendi menduga kuat adanya praktik penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi dengan modus yang sudah berulang terjadi. “Alibinya buat nelayan, ternyata dijual lagi ke pengecer untuk pemilik armada bernama Wihanda alias Apep,” tegasnya kepada wartawan.

Ia menambahkan, praktik mafia BBM ini tidak hanya merugikan masyarakat luas karena memicu kelangkaan di tingkat bawah, tetapi juga menimbulkan kerugian besar bagi negara. Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum dan Pertamina untuk segera turun tangan.

“Kalau dibiarkan, mafia BBM akan terus bermain di lapangan. Aparat harus bertindak tegas agar masyarakat kecil, khususnya nelayan yang benar-benar membutuhkan, tidak menjadi korban permainan kotor ini,” pungkas Rohendi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian maupun instansi terkait dan pemilik kendaraan belum memberikan keterangan resmi mengenai penemuan mobil bermuatan BBM bersubsidi tersebut.

(Red)

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…