BeritaLintas ProvinsiNewsTNI / POLRI

*Dukung Pemulihan Pascabencana, TP PKK Pusat Serahkan Bantuan ke Dusun Sarah Gala, Aceh Timur*

14
×

*Dukung Pemulihan Pascabencana, TP PKK Pusat Serahkan Bantuan ke Dusun Sarah Gala, Aceh Timur*

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – Aceh Timur – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menyambangi Dusun Sarah Gala, Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (24/1/2026). Tri hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi Aceh Marlina Muzakir Manaf beserta pihak terkait lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Tri menyerahkan bantuan kepada 270 KK. Bantuan itu meliputi 270 buah perlengkapan ibadah, 208 paket perlengkapan sekolah, 270 unit kompor satu tungku, 50 dus minyak goreng, 250 set ember dan gayung, serta 15 dus sabun mandi. Selain itu, bantuan lainnya berupa 20 dus sabun cuci, 250 unit kasur, 150 paket makanan anak-anak, 1.000 masker, dan 100 tumbler. Selain barang, TP PKK Pusat juga memberikan bantuan uang tunai kepada para korban.

Selain itu, Tri juga menyerahkan bantuan dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Sehari sebelumnya, Tito meninjau lokasi tersebut serta dusun lainnya yang terdampak cukup parah. Adapun bantuan tersebut berupa bahan makanan, masker, matras, perlengkapan alat salat, pakaian, gerobak dorong, cangkul, sekop, perlengkapan kebersihan, dan air mineral.

“Alhamdulillah kami hari ini sebagai [bagian dari] program Tim Penggerak PKK membawa juga bantuan kepada Bapak-Bapak-Ibu semua. Dan mudah-mudahan bermanfaat,” ujar Tri Tito.

Dalam kesempatan itu, Tri menyambangi tenda pengungsi dan berdialog dengan masyarakat setempat. Tri juga terus memberikan dukungan semangat kepada masyarakat seraya berharap kondisi di Aceh Timur dapat segera pulih. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pemisahan tempat untuk para balita dan bayi agar tetap steril dan sehat.

Ia menyampaikan, saat ini pemerintah beserta pihak terkait terus bekerja keras untuk membantu pemulihan fasilitas pascabencana. Ia berharap, melalui upaya tersebut, masyarakat dapat segera beraktivitas seperti sedia kala.

“Dan tolong anak-anak juga dijaga, karena penyakit ISPA menunggu kita, kalau kita tidak menjaga kebersihan lingkungan,” tandas Tri.

Puspen Kemendagri

( Adji Saka )

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…