Eksposelensa.com – TANGERANG – Kawasan Industri PDP (Putra Daya Perkasa) di Desa Suka Asih, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, diduga menjadi tempat beroperasinya sejumlah usaha ilegal. Selain adanya perusahaan perakitan salon bluetooth, kini juga ditemukan dugaan aktivitas penimbunan BBM jenis solar.
Temuan ini terungkap setelah tim gabungan media dari Fas Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Banten melakukan penelusuran di kawasan industri PDP, Rabu (23/4/2026).
Dalam penelusuran tersebut, tim menemukan aktivitas yang diduga sebagai pengecoran BBM jenis solar di area perusahaan pengolahan oli milik PT Sanmaru.
Saat mencoba melakukan konfirmasi di lokasi, tim FRIC DPW Banten hanya ditemui oleh salah satu petugas keamanan (security) perusahaan dan tidak diperkenankan masuk ke dalam area.
“Ini bukan solar, Pak, melainkan tempat pengolahan oli. Nama perusahaannya PT Sanmaru,” ujar Budi S, salah satu petugas keamanan sambil menunjuk papan nama perusahaan di pagar.
Namun, karena merasa ada kejanggalan, tim kemudian menyusuri bagian belakang area perusahaan. Di lokasi tersebut, tim mengaku mencium bau solar yang menyengat dan mendapati adanya armada tangki yang tengah melakukan aktivitas yang diduga sebagai pengecoran BBM jenis solar di dalam area perusahaan.
Menanggapi temuan tersebut, Ketua FRIC DPW Banten, Habibi, menyatakan bahwa dugaan penimbunan solar bersubsidi merupakan pelanggaran serius yang berdampak luas.
“Penimbunan solar bersubsidi merupakan kejahatan serius karena merugikan masyarakat serta keuangan negara. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak, mulai dari Polresta Tangerang, Polda Banten hingga Mabes Polri,” tegas Habibi.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna menindaklanjuti temuan tersebut.
“Selain berkoordinasi dengan kepolisian, kami juga akan melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait agar persoalan ini dapat ditangani secara menyeluruh,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan PT Sanmaru belum dapat dikonfirmasi. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna memastikan pemberitaan yang berimbang.
(Red)














