BeritaLintas DaerahNews

APAK: Menolak Jadi Boneka, Memilih Jadi Penjaga Integritas

13
×

APAK: Menolak Jadi Boneka, Memilih Jadi Penjaga Integritas

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – Sumedang —Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK) menegaskan komitmennya untuk memutus mata rantai korupsi melalui pendekatan integritas radikal dan independensi finansial. Organisasi kepemudaan ini lahir dari keresahan mendalam atas praktik korupsi sistemik yang dinilai telah merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di bawah kepemimpinan R. Yadi Suryadi, APAK hadir bukan sekadar sebagai kelompok aktivis reaktif, melainkan sebagai benteng integritas pemuda yang bergerak secara terukur, sistematis, dan berbasis data.

“Korupsi tidak bisa dilawan hanya dengan kemarahan. Ia harus ditumbangkan dengan kecerdasan, transparansi, dan persatuan yang kokoh,” tegas R. Yadi Suryadi.

Empat Pilar Perjuangan APAK

Untuk menjaga marwah gerakan, APAK membangun perjuangannya di atas empat pilar utama:

1. Independensi Finansial dan Intelektual
APAK bersikap sangat selektif terhadap sumber pendanaan. Organisasi ini menolak bantuan dari pihak mana pun yang memiliki agenda tersembunyi, kepentingan politik kotor, atau berpotensi memprovokasi keresahan publik. Independensi dinilai sebagai prinsip yang tidak bisa ditawar, agar gerakan tetap murni dan tidak mudah didikte.

2. Strategi Berbasis Data (Evidence-Based Advocacy)
Setiap langkah dan kampanye APAK didasarkan pada data yang valid. Melalui tim riset internal, analisis laporan resmi seperti temuan BPK dan e-budgeting, serta pemanfaatan metode Open Source Intelligence (OSINT), APAK memastikan setiap temuan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hukum.

3. Integritas Internal Tanpa Kompromi
APAK menerapkan kode etik ketat bagi seluruh pengurus dan anggotanya. Sebelum mengkritisi institusi eksternal, organisasi ini memastikan tidak ada konflik kepentingan di internal. APAK juga menjaga jarak strategis dengan kelompok atau entitas yang menggunakan cara-cara tidak etis dan provokatif.

4. Advokasi dan Keamanan Gerakan
Sebagai bagian dari perlindungan perjuangan, APAK membangun jejaring
advokasi bagi anggota dan whistleblower, termasuk pendampingan hukum serta mitigasi risiko digital, guna menghadapi potensi tekanan atau serangan balik dari pihak-pihak yang merasa terganggu.

Visi:

Menjadi lokomotif gerakan pemuda nasional dalam mewujudkan Indonesia bebas korupsi melalui pengawasan publik yang kredibel dan berbasis ilmiah.

Misi:

• Melakukan investigasi dan analisis mendalam terhadap penggunaan anggaran publik secara independen.

• Meningkatkan literasi publik mengenai hak pengawasan terhadap keuangan negara.

• Membangun sinergi dengan akademisi, praktisi hukum, dan media massa.

• Menjaga narasi perjuangan tetap edukatif, solutif, dan jauh dari provokasi anarkis.

Di bawah kepemimpinan R. Yadi Suryadi, APAK menegaskan posisinya sebagai mitra kritis pemerintah dan aparat penegak hukum. Gerakan ini dijalankan secara elegan—tegas dalam prinsip, santun dalam metode, dan fokus pada substansi.

“Korupsi adalah musuh bersama yang sangat rapi organisasinya. Maka, APAK harus jauh lebih terorganisir, lebih cerdas, dan lebih bersih dari apa yang kita lawan,” tutup R. Yadi Suryadi.

(Red)