InternasionalNewsTNI / POLRI

Bagikan Ribuan Paket Sembako, Ops NCS Polri Bawa Pesan Pilkada Damai di Jawa Timur

156
×

Bagikan Ribuan Paket Sembako, Ops NCS Polri Bawa Pesan Pilkada Damai di Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | Surabaya – Operasi Nusantara Cooling System (NCS) Polri menggelar kegiatan Silaturahmi Kamtibmas dan Bakti Sosial di Gedung Sport Center, UIN Sunan Ampel, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/8/2024). Sebanyak 5.400 paket sembako dibagikan kepada masyarakat di beberapa polres yang berada di wilayah Polda Jatim.

Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh.1.522 orang dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi/Kota/Kabupaten, tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa hingga komunitas ojek online. Kasatgas Preemtif Ops NCS Polri Brigjen M Rudy Syafirudin mengatakan berharap dengan kegiatan ini pesan-pesan kamtibmas pada saat silaturahmi dengan tokoh-tokoh tersebut bisa sampai kepada masyarakat.

“Harapan kami dengan kegiatan ini pesan-pesan kamtibmas terkait pemilu damai, dimana kita mendekati pilkada hiruk-pikuk situasi politik semakin panas. Kehadiran kami di sni untuk menyampaikan dan mengingatkan bersama tokoh masyrakat dan pemuda tokoh agama, kiai pendeta dan elemen masyarakat lainnya ayo gelorakan pemilu damai, ayo sama-sama ciptakan pemilu damai aman, nyaman dan tentram,” kata Direktur Pembinaan dan Ketertiban Masyarakat Baharkam Polri ini.

Untuk itu, dengan suksesnya pilpres kemarin, NCS Polri juga mengajak partisipasi masyarakat untuk menciptakan Pilkada Serentak 2024 yang aman dan damai. Dirinya mengakui tanpa kerja sama antara Polri dan masyarakat, pengalaman pelaksanaan pemilu tidak dapat tercipta.

“Tanpa masyarakat polisi tidak dapat bekerja. Tanpa masyarkat informasi (pesan pemilu damai) ini akan berhenti dengan sendirinya. Tetapi dengan adanya masyarakat sama-sama berperan aktif, maka informasi terhadap Kamtibmas menjelang pemilu damai akan tersampaikan,” tuturnya.

Diungkapkan ada empat wilayah di Kabupaten/Kota Provinsi Jatim masuk kategori rawan yakni, Jember, Banyuwangi, Sampang dan Lumajang. Namun dirinya optimistis bahwa situasi tidak akan memanas apalagi terjadi konflik horizontal akibat dari kepentingan kelompok dan golongan dengan membawa isu-isu provokatif bernada SARA.

“Pengamanan pilpres kemarin cukup adem, merah ini rawan tapi alhamdulillah tidak terjadi apa-apa, itu riak-riak saja di permukaan di bawah baik-baik, di luar merah di dalam putih,” tandas Rudy

Bahkan sebelum kegiatan silaturahmi Kamtibmas dan Baksos ini, Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto, Kaops NCS Polri Irjen Asep Edi Suheri beserta para Kasatgas telah memberikan penekanan kepada anggota Polda Jatim dan 39 polres jajaran. Dirinya berharap arahan tersebut, para Kasatwil dapat melakukan deteksi dini dan kelola potensi konflik hingga pilkada serentak berjalan dengan lancar.

Red

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…