Eksposelensa.com – Sumedang
Sumedang – Warga Kelurahan Regol Wetan kembali meluapkan kekecewaan terhadap lambannya penanganan bangunan eks Dolog Bulog yang hingga kini dibiarkan terbengkalai tanpa kejelasan.
Sejak awal tahun 2000-an, tepatnya pada masa kepemimpinan Bupati Don Murdono, warga bersama pengurus RT dan RW telah berulang kali melayangkan surat resmi kepada pihak kelurahan. Mereka mendesak agar bangunan tersebut segera ditertibkan atau dimanfaatkan demi kepentingan lingkungan.
Namun, upaya tersebut tak kunjung membuahkan hasil. Aspirasi serupa kembali disampaikan pada periode kepemimpinan Bupati Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Erwan Setiawan.
Menurut keterangan warga, sempat ada respons dari Erwan Setiawan yang mempersilakan bangunan eks Dolog Bulog tersebut untuk dirobohkan. Sayangnya, pernyataan itu hingga kini belum ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan.
Tak hanya berhenti di situ, perwakilan warga juga telah mendatangi dinas terkait, termasuk Bidang Cipta Karya melalui Kepala Bidang Tata Bangunan, guna mendorong percepatan realisasi. Namun hasilnya tetap nihil.
Kondisi bangunan yang kumuh, tak terurus, dan terkesan dibiarkan ini dinilai mengganggu kenyamanan warga, khususnya di kawasan Gang Perak. Selain merusak estetika lingkungan, bangunan tersebut juga dikhawatirkan berpotensi menimbulkan masalah sosial dan keamanan.
“Kami sudah menyampaikan aspirasi ini berkali-kali, bahkan sejak puluhan tahun lalu. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari pemerintah,” ujar salah satu perwakilan warga.
Warga Regol Wetan mendesak Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk segera mengambil langkah tegas—baik dengan merobohkan bangunan tersebut maupun memanfaatkannya untuk fasilitas publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Sumedang terkait rencana penanganan bangunan eks Dolog Bulog tersebut.
Sumedang 21 April 2026 Pemerhati Penggiat Sosial.
( Adji Saka )














