BeritaNews

Banyak Gagasan dan Karya Ditorehkan, Membuktikan Sosok Kang DS Pemimpin Inspiratif dan Inovatif

221
×

Banyak Gagasan dan Karya Ditorehkan, Membuktikan Sosok Kang DS Pemimpin Inspiratif dan Inovatif

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | KAB. BANDUNG – Dr. HM. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., sosok Kepala Daerah yang menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjadi pemimpin bangsa dan negara di masa depan.

Bagaimana tidak, Dadang Supriatna, yang akrab namanya disebut Kang DS ini, selama 3,3 tahun lebih memimpin Kabupaten Bandung sudah banyak penghargaan yang ditorehkan.

Hingga Jumat (9/8/2024) kemarin, Bupati Bandung ini sudah mengoleksi 353 penghargaan berdasarkan catatan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Dari sekian banyak penghargaan itu, yaitu 265 piagam penghargaan, 4 lencana, 1 pin, 1 brevet, 7 medali, 44 trophy, 12 plakat, dan 19 sertifikat.

Selain raih banyak penghargaan bergengsi, Kang DS telah menciptakan karya buku “Bedas Manunggal”, “Oase Hikmah” dan “Imtiyaz”, serta buku “Pancasila dan Kewarganegaraan”.

Bagi kalangan tokoh masyarakat maupun generasi muda, langkah kepemimpinan Bupati Bedas ini menjadi inspirasi.

H. Basri, tokoh masyarakat Kabupaten Bandung menyebut figur Kang DS adalah “Bapak Inspiratif dan Bapak Inovator”.

“Sosok Bupati Bandung Kang DS ini, sebagai sosok tokoh yang sangat luar biasa dan inspiratif. Banyak karya yang sudah ditorehkan oleh beliau,” tutur Basri dalam keterangannya di Soreang, Sabtu (10/8/2024).

Buku karya Kang DS ini sangat inspiratif bagi generasi penerus bangsa. Karena kecintaan Kang DS sebagai Bupati Bandung terhadap bangsa.

“Maka dengan karya-karya buku yang diciptakan Kang DS, di antaranya Bedas Manunggal yang dikolaborasikan dengan tujuan yang seutuhnya, termasuk butir-butir Pancasila ini sudah sesuai dengan falsafah agama,” tuturnya.

Kalau dikaji berkaitan dengan tiga pilar, imbuhnya, yaitu Pancasila termasuk butir-butir Pancasila dan dikaitkan dengan proses penafsiran Pancasila sesuai dengan Al-Qur’an ini sudah tepat.

“Maka sangat luar biasa dan ini (buku Bedas Manunggal) sangat inspiratif,” katanya.

Termasuk bagi dunia pendidikan, kata Basri, pendidikan Pancasila menjadi pembelajaran di sekolah, terkait dengan ideologi dan penguatan mental serta spiritual pada anak-anak generasi muda penerus bangsa.

“Ini sangat luar biasa dan sangat inspiratif betul melihat buku karya Kang DS ini,” tuturnya.

Ia pun melihat kepemimpinan Kang DS itu sangat konsen pada peningkatan kualitas generasi bangsa. Menariknya lagi, karya bukunya itu dikolaborasikan dengan ayat-ayat Al-Qur’an.

“Secara spiritual dan agama untuk membentuk karakter anak bangsa. Anak bangsa harus memahami betul makna filosofi dari Pancasila itu karena butir-butir Pancasila ini sudah sesuai dengan yang ada di Al-Qur’an,” katanya.

Bagi Basri, ia menilai bahwa sosok Bupati Bandung itu adalah sebuah terobosan, bukan hanya pada sisi spiritual, juga sisi pendidikan juga sangat konsen.

“Menariknya, tidak melupakan akar budaya kesundaan yang menjadi barometer untuk meneruskan pada sisi karakter kesundaan. Apalagi kita lahir di Sunda. Maka karakter budaya Sunda itu bisa menjadi salah satu kolaborasi yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Bukan hanya pada sisi mental, spiritual, karakter, akhlak untuk anak bangsa. Tapi dari sisi proses pemaknaan Pancasila, ini akar kebudayaannya tidak dilupakan.

“Maka tiga pilar inilah yang menjadi inspiratif buat saya secara pribadi sebagai warga Kabupaten Bandung mengapresiasi terhadap inspiratif atau inspirasi-inspirasi yang dilontarkan Bapak Bupati Bandung,” ungkapnya.

Termasuk bisa menciptakan buku ilmiah ini, katanya, dipersembahkan untuk masyarakat Kabupaten Bandung.

“Maka saya sangat mengapresiasi. Bukan hanya sisi buku yang diciptakan oleh beliau secara ilmiah, tapi hal lain juga sudah diimplementasikan pada sisi kaitan dengan program-program yang sangat menyentuh bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” tuturnya.

Menurutnya, Bupati Bandung ini sangat banyak inspirasinya, bukan hanya pada sisi proses pemaknaan buku Bedas Manunggal yang diciptakan Kang DS dan di soft launching pada Rabu (7/8/2024) lalu.

“Tapi beliau sudah mampu mengimplementasikan dari gerak langkah buku yang diciptakan oleh beliau. Dan itu diimplementasikan pada sisi di lapangan, langsung kepada masyarakat di Kabupaten Bandung,” katanya.

Melalui karya-karya dan inovatifnya itu, Basri menyebutkan bahwa Kang DS sebagai “Bapak Inspiratif, termasuk Bapak Inovator”.

“Mudah-mudahan beliau bisa kembali memimpin di Kabupaten Bandung. Agar apa yang menjadi sebuah cita-cita beliau bisa dilanjutkan kembali. Itu inspirasi saya selaku warga Kabupaten Bandung berkaitan dengan sosok kepemimpinan Kang DS yang sangat luar biasa dan sangat inspiratif,” pungkasnya.

Reporter : Tim Forwaci
Editor : Sri

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…