BeritaLintas DaerahNewsTNI / POLRI

Brotherhood & Friendship Community (BFC) 4×4 Gelar Halal Bihalal dan Latihan Penanggulangan Bencana

205
×

Brotherhood & Friendship Community (BFC) 4×4 Gelar Halal Bihalal dan Latihan Penanggulangan Bencana

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – Bogor, 17 Mei 2025 – Brotherhood & Friendship Community (BFC) 4×4, sebuah klub offroad di bawah naungan Ikatan Offroad Indonesia (IOF) Pengcab Bogor, sukses menggelar acara halal bihalal dan latihan penanggulangan bencana. Lebih dari 80 offroader dari berbagai klub di Jabodetabek hadir dalam acara yang berlangsung Sabtu, 17 Mei 2025 di sirkuit offroad Marinos Cafe, Sentul-Bogor. Kehadiran offroader senior seperti Om Yuma dan Om Julian Johan (Jejelogy) menambah semarak acara yang dimulai pukul 10.30 WIB ini.

Acara ini merupakan wujud silaturahmi dan komitmen BFC 4×4 dalam meningkatkan keterampilan penanggulangan bencana. Latihan ini difokuskan pada kemampuan menjangkau daerah terisolir yang sulit diakses kendaraan biasa, sangat relevan dalam konteks kebencanaan.

Ketua BFC 4×4, Ferdy Gunawan, berharap acara ini menjadi agenda tahunan IOF Pengcab Bogor, mempererat persaudaraan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Para offroader senior memberikan arahan dan motivasi kepada anggota BFC 4×4 dan peserta lainnya.

Bimo, ketua pelaksana, menekankan pentingnya acara ini dalam menumbuhkan regenerasi offroader muda sekaligus menanamkan jiwa relawan. Mereka dilatih untuk menyiapkan logistik di daerah terdampak bencana yang sulit dijangkau.

Untung Purwadi, Ketua IOF Pengcab Bogor, mengapresiasi acara ini sebagai wadah penyampaian program peningkatan keterampilan penanggulangan bencana di Kabupaten Bogor. Om Yuma menambahkan bahwa acara ini selain mempererat silaturahmi juga menjadi ajang uji adrenalin dan kendaraan. Acara yang terbagi dalam tiga kelas (1000cc Carb, Open, dan D-Cab) ini berakhir pukul 16.00 WIB.

BFC 4×4 membuktikan bahwa komunitas offroad tidak hanya menekuni hobi, tetapi juga berperan aktif dalam membangun solidaritas dan berkontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam kesiapsiagaan bencana. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi bukti nyata komitmen tersebut. Dengan mobil-mobil antiknya yang gagah, para offroader siap menghadapi tantangan, baik di jalur offroad maupun dalam misi kemanusiaan.

Team liputan

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…