BeritaInternasionalNews

Bupati Bandung Dadang Supriatna Siap Sukseskan Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat

178
×

Bupati Bandung Dadang Supriatna Siap Sukseskan Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | KAB BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung telah siap 100 persen untuk menjadi tuan rumah Piala Presiden 2024 yang rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Jum’at (19/7/2024).

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu menegaskan pihaknya bersama jajaran Forkopimda dan Dispora telah mempersiapkan Stadion Si Jalak Harupat begitu ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Presiden oleh Ketum PSSI Erick Tohir.

“Insya Allah kami sudah persiapkan segala sesuatunya. Stadion juga siap sehingga pembukaan Piala Presiden bisa berjalan lancar dan sukses. Insya Allah informasinya akan dibuka langsung oleh Presiden Jokowi,” ujar Dadang Supriatna, Kamis (18/7/2024).

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menyatakan komitmennya untuk menjadi tuan rumah yang baik dalam menyelenggarakan turnamen sepakbola prestisius tersebut dengan sukses dan profesional.

Terlebih, kata Bupati, Kabupaten Bandung memiliki infrastruktur yang baik serta pengalaman saat menjadi tuan rumah gelaran Piala Dunia U-17 yang berjalan lancar dan sukses. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bandung siap menyukseskan hajat besar tersebut.

Dengan pengalaman dalam mengelola even-even besar, Bupati Bandung yakin bahwa penyelenggaraan Piala Presiden di Kabupaten Bandung akan menjadi yang terbaik sepanjang sejarah.

“Stadion tidak ada masalah. Apalagi Jalak Harupat itu sudah bertaraf internasional. Kami bersama masyarakat Kabupaten Bandung siap menyambut dan menyukseskan Piala Presiden ini,” jelas Kang DS.

Bupati yang telah mengantongi 335 penghargaan tingkat nasional itu juga menyebut pemilihan Stadion Si Jalak Harupat oleh PSSI sebagai tuan rumah Piala Presiden sangat tepat. Sebab, stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung itu memiliki aksesibilitas yang sangat baik.

“Transportasi ke Stadion Jalak Harupat itu sangat mudah. Keluar tol langsung ke stadion. Belum lagi ada whoosh (kereta cepat). Dari Jakarta tinggal ke Bandung pake whoosh, lalu masuk stadion,” ujar Kang DS memaparkan kelebihan Stadion Si Jalak Harupat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PSSI yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Bandung untuk menjadi tuan rumah gelaran Piala Presiden.

Baginya, Piala Presiden tidak hanya akan menjadi ajang kompetisi sepakbola semata, tetapi juga akan menjadi momentum untuk mempromosikan pariwisata dan budaya lokal serta produk UMKM Kabupaten Bandung.

“Saya berharap bahwa Piala Presiden akan menjadi magnet bagi wisatawan dan mengangkat nama Kabupaten Bandung sebagai destinasi unggulan di Indonesia,” ungkap Bupati Dadang.

Kang DS mengakui hajatan sepakbola maupun gelaran lainnya yang dihelat di Kabupaten Bandung sangat berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bandung. Terutama dalam meningkatkan sektor perekonomian.

“Piala Presiden ini jelas keuntungan bagi Kabupaten Bandung seperti halnya gelaran Piala Dunia kemarin. Dampak ekonomi even olahraga ini sangat luar biasa. Sebut saja perhotelan, UMKM, pariwisata, transportasi, dan sebagainya. Ini keuntungan bagi Kabupaten Bandung,” tutur Bupati Bedas. (Tim Lipsus Forwaci)

Reporter : Red

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…