BeritaLintas DaerahNewsTNI / POLRI

Dandim 0618 Kota Bandung, Berikan Materi Toleransi dan Bela Negara di Lingkungan Perguruan Tinggi

171
×

Dandim 0618 Kota Bandung, Berikan Materi Toleransi dan Bela Negara di Lingkungan Perguruan Tinggi

Sebarkan artikel ini

 

Eksposelensa.com – Dandim 0618/ Kota Bandung Kolonel Inf Donny I. Bainuri, S. Hub.Int., M.A.S.S.S. sebagai Komandan Satuan Teritorial yang mempunyai tanggung jawab pembinaan di Wilayah. Selasa, 30 Januari 2024.

Maksud dan tujuan untuk berkonstribusi peningkatan Kesadaran Toleransi dan Bela Negara. Pada kesempatan tersebut Dandim memberikan arahan kepada Para Deputy Campus Director, Para Dosen, Dosen Faculty Member, Para Karyawan dan Perwakilan Mahasiswa, pentingnya Tolerasi dan Bela Negara.

Menurut Dandim ada tiga hal, pentingnya toleransi di Perguruan Tinggi, Sbb :
1. Menumbuhkan atmosfer inklusif
2. Memperkaya pengalaman belajar dengan berbagai perspektif
3. Membangun hubungan harmonis diantara mahasiswa dari berbagai latar belakang

“saya dari TNI KODIM 0618 Kota Bandung pertama berterima kasih kepada BINUS , dimana kita pada hari ini kami dari TNI diberi kesempatan menjadi narasumber acara seminar yang diselenggarakan oleh Binus , tema yang diangkat adalah Toleransi dan Bela Negara,” kata Dandim 0618 Kota Bandung Kolonel Inf Donny Ismuali Bainuri

Tadi yang kami sharing dengan teman- teman pada saat seminar adalah bagaimana kita meningkatkan kesadaran sebagai Bangsa Indonesia sebagai Bangsa yang besar oleh karena itu akan diharapkan sekaligus dapat mengembangkan toleransi untuk bisa terus menjaga kesatuan dan persatuan NKRI

Allahamdulillah tadi antusias Mahasiswa dan juga diikut ada dlDosen dan Karyawan, mudah- mudahan apa yang kami sharing tadi juga dapat menambah semangat kebangsaan kepada jajaran Binus

“kita akan menindaklanjuti kerjasama bersama pak Johan, terutama karena Mahasiswa ada dikalangan intelektual punya basic secara keilmuwan dalam praktisi , sehingga akan terkolaborasi, saya pikir dapat membantu untuk ketahanan dan pertahanan di Kota Bandung untuk masalah Cyber “

Sementara itu Direktor BINUS Bandung yaitu Dr. Johan Muliadi Kerta, S. Kom., MM (Direktur Kampus Binus mengatakan “ tema kali ini adalah meningkatkan wawasan kebangsaan dan juga toleransi, dengan adanya pembicara kita, Pak Dandim ini bisa memberikan satu wawasan adalah Kita adalah satu bangsa yang besar agar merawat persatuan dan kesatuan ,

“antusias Mahasiswa sangat baik, Dosen, dan Karyawan turut mendengarkan materi dari Pak Dandim, saya kira ini acara yang sangat baik sekali dan kita akan adakan juga untuk angkatan-angkatan berikutnya , semoga acara ini bisa kita lakukan setiap tahun “

(Red) 

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…