BeritaNews

Dian kelahiran Polewali 1987 Sang Pejuang Akan kembali

359
×

Dian kelahiran Polewali 1987 Sang Pejuang Akan kembali

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | Seorang lelaki pejuang
pak Dian mastatrianto yang akrab disapa Dian kelahiran Polewali 1987 Seorang pekerja keras dan pantang menyerah dengan pencapaian prestasi berikut dalam membina dan menaungi perusahaan yang dibina dan yang dipimpin langsung oleh beliau tentu bukanlah hal yang mudah ,

Sepak terjang beliau tidak diragukan lagi baik dalam dunia bisnis maupun attitude pola pikir dalam menciptakan peluang pekerjaan maupun membina SDM baik dalam skala kecil maupun skala besar , untuk mendukung kegiatan usaha beliau kerap melakukan kunjungan hampir semua penjuru baik dalam dan luar negeri

Salah satu usaha yang di geluti adalah dunia industri beliau menjabat sebagai komisaris PT.bintang fajar energi agent industri Pertamina dibawah naungan PT.elnusa petrofin yang beralamat
di.Ruko akasia bussines no 7 Tallasa city Makassar,

Dengan segudang pengalaman dan prestasi lelaki kelahiran Polewali tidak melupakan tanah kelahiranya
Dian mastatrianto bertekad ingin kembali dan membangun tanah kelahiranya di Polewali mandar hal ini tentu sejalan dengan prestasi dan segudang pengalaman yang telah diraihnya , apalagi jika berbicara lapangan pekerjaan,

Saya ingin kembali ke tanah kelahiran saya dimana saya dilahirkan harapan saya ingin membangun SDM yang handal mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan dan menciptakan lapangan pekerjaan demi terwujudnya cita-cita tersebut sudah ada lahan sekitar 100ha saya persiapkan untuk menyerap tenaga kerja tutur Dian mastatrianto (Dian) ke awak media saat ditemui dikantornya
Senin 16 Oktober 2023.
Ini salah karya terbaik yang ingin dipersembahkan untuk Polman ,

Saya ingin kedua orang tua saya bangga keluarga besar saya dan masyarakat Polman tau bahwa bahwa saya punya program dimana yang bisa menyerap tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran agar bisa hidup yang layak salam santun untuk Polman tercinta dian mastatrianto , imbuhnya.

Bang erul .

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…