BeritaLintas DaerahNews

Pemuda Mengaku Diintimidasi Pria yang Klaim dari Bareskrim Polri, Persoalan Motor NMAX Jadi Sorotan

10
×

Pemuda Mengaku Diintimidasi Pria yang Klaim dari Bareskrim Polri, Persoalan Motor NMAX Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – Tangerang – Seorang pemuda mengaku mengalami intimidasi secara verbal oleh seorang pria yang disebut-sebut mengaku sebagai anggota Bareskrim Polri Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter). Kedatangan pria tersebut diduga berkaitan dengan tuduhan pengambilan sepeda motor Yamaha NMAX milik anaknya.

Peristiwa itu disebut terjadi saat pemuda tersebut tengah berada di rumah dan sedang beristirahat pada siang hari. Secara tiba-tiba, seorang pria datang dan memperkenalkan diri sebagai anggota Bareskrim Polri dari Unit Tipiter.

Kepada tim investigasi Mata-Rakyat.com, pemuda yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku terkejut dengan kedatangan pria tersebut. Ia menyebut percakapan yang terjadi kemudian membuat dirinya merasa tertekan karena adanya tuduhan serta perkataan yang dinilai bernada intimidatif.

“Saya kaget, lagi istirahat siang di rumah, tiba-tiba ada orang datang mengaku dari Bareskrim Polri Unit Tipiter. Dia menuduh saya mengambil motor NMAX anaknya. Lalu mengintimidasi saya dengan berkata-kata yang tidak pantas,” ujar pemuda tersebut, Selasa (11/8/2026).

Pemuda itu membantah mengetahui ataupun memahami dasar tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia juga mempertanyakan identitas, kewenangan, serta dasar kedatangan pria yang mengaku sebagai aparat penegak hukum tersebut.

Ketua DPD Banten PJPM (Perkumpulan Jurnalis Peduli Masyarakat), Ali, turut menyoroti dugaan tersebut. Ia mengecam apabila benar terdapat tindakan intimidasi dengan mengatasnamakan institusi kepolisian.

Ali menilai, setiap persoalan hukum semestinya ditempuh melalui prosedur yang berlaku dan tidak dilakukan dengan cara-cara yang dapat menimbulkan rasa takut atau tekanan terhadap masyarakat.

“Kami mengecam keras apabila benar ada pihak yang mengaku sebagai anggota kepolisian kemudian melakukan intimidasi terhadap masyarakat. Kalau memang ada dugaan tindak pidana terkait kendaraan tersebut, seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang resmi, bukan dengan tekanan atau tindakan yang membuat seseorang merasa terintimidasi,” ujar Ali.

Menurut Ali, identitas dan status pihak yang mengaku sebagai anggota Bareskrim tersebut perlu diverifikasi secara objektif agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.

“Jangan sampai masyarakat dibuat takut hanya karena seseorang mengaku sebagai aparat. Jika benar anggota Polri, tentu ada mekanisme dan kewenangan yang harus dijalankan sesuai aturan. Kalau ternyata bukan, persoalannya tentu menjadi berbeda dan perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Mata-Rakyat.com masih melakukan penelusuran untuk memastikan identitas pria tersebut, termasuk memverifikasi apakah yang bersangkutan benar merupakan anggota Polri atau memiliki hubungan kedinasan dengan Bareskrim Polri Unit Tipiter.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak yang disebut mengaku sebagai anggota Bareskrim Polri tersebut.

Penulis : Regis.