BeritaLintas ProvinsiNewsTNI / POLRI

Diduga Tambang Emas Ilegal Beroperasi di Ujung Lami, Alat Berat Terparkir di Lokasi

108
×

Diduga Tambang Emas Ilegal Beroperasi di Ujung Lami, Alat Berat Terparkir di Lokasi

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com  –  Nagan Raya, Aceh (GMOCT) – Aktivitas tambang emas ilegal diduga kembali marak di wilayah Desa Ujung Lami, Kecamatan Darul Makmur. Informasi ini mencuat setelah tim liputan khusus GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) melakukan investigasi langsung ke lokasi pada malam hari sekitar 23.43 WIB.

Berdasarkan informasi dari sumber yang enggan disebutkan namanya, pemilik tambang emas ilegal tersebut awalnya hanya mampu menyewa alat berat. Namun, setelah berhasil mengumpulkan emas senilai 7 ons, ia mampu membeli alat berat merek CAT yang kini berada di lokasi tambang.

Saat tim liputan tiba di lokasi, mereka mendapati seorang pria sedang duduk di sebuah gubuk. Di dekat gubuk tersebut terparkir sebuah mobil Brio putih dengan nomor polisi BL 1698 EO. Pria tersebut diduga baru saja keluar dari area tambang. Ketika ditanya mengenai siapa pemilik atau penanggung jawab lokasi tambang, pria tersebut menunjuk ke arah lokasi tambang dan menjawab bahwa ketuanya berada di sana, sambil menyemprotkan cahaya senter.

Tim liputan kemudian berjalan menuju lokasi yang ditunjuk. Di sana, mereka menemukan alat berat merek CAT terparkir dengan kondisi mesin yang masih hangat, mengindikasikan bahwa alat tersebut baru saja berhenti beroperasi.

Sebelum memasuki area tambang, tim juga menemukan satu unit mobil Dyna dengan nomor polisi B 5881 KX, serta tiga unit sepeda motor dengan nomor polisi BL 4260 WE. Salah satu sepeda motor tidak memiliki plat nomor dan terlihat seperti sepeda motor yang biasa digunakan oleh petani sawit.

Tidak jauh dari lokasi alat berat, tim menemukan beberapa jerigen berisi bahan bakar solar dan beberapa drum plastik berwarna biru yang tergeletak kosong. Di sepanjang jalan area tambang, terlihat banyak kubangan air yang menyerupai kolam, serta selang pembuangan air berwarna merah.

Ketika tim liputan kembali ke gubuk untuk mencari pria yang sebelumnya memberikan informasi, pria tersebut sudah tidak berada di tempat. Diduga, pria tersebut telah melarikan diri. Tim liputan kemudian berpencar untuk mencari pria tersebut dan mencoba mendekati area penyaringan emas, namun kondisi jalan yang berair dan berlubang membuat mereka kesulitan.

Tim liputan kemudian mendatangi pos jaga kebun milik Dr. Leni. Penjaga pos kebun tersebut mengungkapkan bahwa tambang tersebut telah beroperasi selama sekitar satu bulan dan pemiliknya bernama Habi Devi.

Namun, informasi lainnya didapatkan juga bahwa lahan tersebut juga diduga milik Said Isa, salah seorang tokoh terkaya di Meulaboh.

Tim liputan mencoba menghubungi Babinsa Ujung Lami, Agus, untuk mengonfirmasi informasi tersebut. Awalnya, Babinsa tersebut mengatakan bahwa tambang tersebut sudah tidak beroperasi. Namun, setelah tim liputan menyampaikan bahwa tambang tersebut masih beroperasi, Babinsa tersebut justru mengatakan, “Aku Ga Open.”

Tim liputan juga menghubungi PLT Kasatreskrim Polres Nagan Raya. PLT Kasatreskrim tersebut berjanji akan mengecek informasi tersebut dan memberikan informasi lanjutan kepada tim liputan.

Asep NS, Sekretaris Umum GMOCT, menyayangkan lambatnya respons dari pihak kepolisian. “Seharusnya, PLT Kasatreskrim Polres Nagan Raya saat menerima informasi terkait dengan tambang emas ilegal tersebut, segera menurunkan anggotanya untuk mengamankan dan menggaris police line area tersebut serta mengamankan alat berat, dan unit-unit mobil ataupun sepeda motor yang terparkir tidak jauh dari area tambang tersebut,” ujarnya.

Team Liputan khusus GMOCT akan mendatangi Geuchik Ujung Lami dan Ketua Pemuda nya yang menurut informasi diduga kuat mengetahui aktivitas tambang emas ilegal tersebut.

#noviralnojustice

#polresnaganraya

#poldaaceh

#tambangemasilegal

Team/Red

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

Editor: Adji Saka

 

Sat Binmas Polres Garut Hadiri Pengajian Nisfu Sya’ban, Perkuat Kamtibmas Lewat Dakwah dan Edukasi Garut – Dalam rangka upaya preemtif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Sat Binmas Polres Garut menghadiri kegiatan Pengajian Bulanan Nisfu Sya’ban dan Kuramasan yang diselenggarakan di Aula Yayasan Pondok Pesantren Mabdaul Ulum, Kampung Pasirsalam, Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, Senin (1/2/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 250 jamaah, terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta santri dan warga sekitar. Kehadiran personel Sat Binmas Polres Garut dipimpin oleh Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Garut AIPTU Umar Taufik, S.Sos.I, bersama anggota. Pengajian ini turut dihadiri Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Mabdaul Ulum KH. Adi Pamungkas, S.H.I, Kepala Madrasah Diniyah Ust. Syamsul Ramli, S.E, Ketua Yayasan Ustadzah Umi Nia Parida, S.Pd.I, Kepala Sekolah SMA dan SMK Mabdaul Ulum Ust. Odang Arifin, S.Pd.I, serta para pengajar dan tokoh agama lainnya. Dalam ceramahnya, AIPTU Umar Taufik menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada para jamaah agar momentum Nisfu Sya’ban dan Kuramasan dijadikan sebagai sarana muhasabah diri, memperbaiki akhlak, mempererat silaturahmi, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Ia juga mengajak jamaah untuk menjauhi berbagai penyakit masyarakat seperti miras, narkoba, judi online, tawuran, hoaks, serta mengingatkan pentingnya membina keluarga dan generasi muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif. Selain itu, disampaikan pula materi wawasan kebangsaan, bahaya radikalisme dan terorisme, penyalahgunaan narkoba, premanisme, serta pentingnya tertib berlalu lintas. Tak lupa, Sat Binmas Polres Garut juga menyampaikan arahan dari Dirbinmas Polda Jabar terkait antisipasi potensi gangguan Kamtibmas pada momentum long weekend, peringatan Isra Mi’raj, serta menjelang Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan pengajian diisi dengan rangkaian acara pembukaan, ceramah keagamaan, renungan dan muhasabah, doa bersama, hingga penutupan. Melalui kegiatan ini, Sat Binmas Polres Garut berharap terjalin sinergi yang kuat antara ulama, masyarakat, dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang religius, damai, dan harmonis.
Berita

Eksposelensa.com – Garut – Dalam rangka upaya preemtif…