BeritaBudayaInternasionalLintas DaerahLintas ProvinsiNewsSosial

DP3AP2KB Kota Cimahi Gelar Festival Posyandu  Pada Peringatan Hari Anak Nasional 

197
×

DP3AP2KB Kota Cimahi Gelar Festival Posyandu  Pada Peringatan Hari Anak Nasional 

Sebarkan artikel ini

CIMAHI, Eksposelensa.com – DISKOMINFO. Memperingati Hari Anak Nasional (Han) ke – 40 Tingkat Kota Cimahi, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Festival Posyandu Tahun 2024.

Kegiatan yang dihadiri oleh 400 kader Posyandu se-Kota Cimahi dan 300 orang anak-anak se-Kota Cimahi ini digelar di Gedung TechnoPark Kota Cimahi ini diselenggarakan sebagai wadah silahturahmi dan kreatifitas di antara para Pembina Posyandu yang tergabung dalam Pokjanal Posyandu Kota, Kecamatan, dan Pokja Posyandu Kelurahan dengan perwakilan Kader Posyandu se–Kota Cimahi, Rabu (21/08).

Kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian terhadap penghormatan, perlindungan serta pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa sesuai dengan tema Hari Anak Nasional Tahun 2024 “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Saat ini Posyandu yang tersebar di seluruh wilayah Kota Cimahi berjumlah 412 posyandu.

Keberadaan posyandu yang tersebar di seluruh Kota Cimahi ini memberi kontribusi yang nyata dalam upaya pemberdayaan masyarakat terutama dalam pelayanan kesehatan dasar pada ibu hamil, Bayi dan balita.

Penjabat Wali Kota Cimahi Dicky Saromi mengungkapkan pentingnya keberadaan Posyandu dalam menyiapkan dan mewujudkan Cimahi Camper nik 2045 dan Generasi Emas 2045.

Menurutnya keberadaan Posyandu sangat penting dalam upaya penurunan prevalensi stunting, “Festival Posyandu ini merupakan bukti dari komitmen Pemkot Cimahi dalam upaya memerankan Posyandu untuk sama-sama berkontribusi dalam penurunan stunting, maupun juga untuk pelayanan kesehatan masyarakat.”

Lebih lanjut, Dicky menyebutkan peran Posyandu bukan hanya dalam hal pelayanan kesehatan pada ibu hamil, balita, dan anak usia prasekolah saja, namun Posyandu juga harus berperan secara multifungsi untuk anak-anak remaja, terutama remaja putri, Calon pengantin, calon ibu hamil dan lansia. Sehingga Dicky berharap mutu pelayanan Posyandu dapat ditingkatkan dan para Kader Posyandu dapat lebih menyusun rencana tindak lanjutnya dengan lebih baik terutama di tahun 2025 mendatang.

Dicky juga berharap dengan upaya-upaya yang dilakukan dapat mendukung Kota Cimahi dalam meraih predikat Kota Layak Anak di tahun 2025.

“Keberadaan Posyandu juga dengan multifungsinya akan bisa menjadi fasilitator, Akselerator, Dalam upaya-upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, Tidak hanya di bidang kesehatan tetapi juga untuk upaya-upaya lainnya, khususnya dalam bina lingkungan dan lain-lain di masing-masing kewilayahan,” Ucap Dicky.

Senada dengan itu Pj Ketua TP PKK Kota Cimahi, Diah Utami Dicky Saromi menyoroti pentingnya membangun kesadaran sejak dini untuk mencapai target zero stunting dalam dua puluh tahun ke depan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Menurutnya kolaborasi lintas sector penting dalam upaya untuk mewujudkan hal tersebut, terutama dengan peran sentral Posyandu yang kini tidak hanya fokus pada ibu hamil dan balita, tetapi juga seluruh siklus kehidupan manusia.

“Ini satu kolaborasi yang sangat luar biasa karena Posyandu sekarang tidak hanya menangani ibu hamil dan balita, tetapi seluruh siklus kehidupan manusia dari mulai ibu hamil, Masa konsepsi, masa usia subur, dan kehamilan sampai seribu hari pertama selalu dipantau dan seterusnya,” Ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Kota Cimahi, Ai Herna Rahmawati menuturkan bahwa Posyandu-posyandu yang ada di Kota Cimahi dapat dioptimalkan sebagai Center of Excellent atau pusat aktifitas seluruh program dan kegiatan dari perangkat daerah yang melibatkan masyarakat secara langsung. Posyandu dimaksud tentunya mencirikan juga tagline branding Kota Cimahi yaitu CIMAHI Camper nik.

Ia berharap fungsi posyandu dapat dioptimalkan sebagai pusat aktifitas masyarakat dalam membantu upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh berbagai perangkat daerah dan mensinergikan semua kegiatan dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan melibatkan peran serta masyarakat.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan para Kader Posyandu dapat lebih termotivasi dan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan di posyandu dan anak – anak di Kota Cimahi menjadi anak – anak yang peduli terhadap sesama, berakhlak baik, berbudi luhur dan berbudaya yang mencerminkan identitas dan karakter unggul,” Tandasnya.

(Bidang IKPS)

Editor: Supardi

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…