BeritaLintas DaerahNewsTNI / POLRI

Dukung Program Presiden Prabowo, Ketua Forum KB Kabupaten Bandung Gelar Panen Raya di Bojongsoang

124
×

Dukung Program Presiden Prabowo, Ketua Forum KB Kabupaten Bandung Gelar Panen Raya di Bojongsoang

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – KAB BANDUNG – Ketua Forum Keluarga Berkualitas (KB) Kabupaten Bandung, H Ali Nurdin melaksanakan panen raya padi secara mandiri di Desa Cikoneng, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu (12/4/2025).

Panen raya tersebut dihadiri berbagai unsur, di antaranya Kodim 0624 Kabupaten Bandung, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bandung, para tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Ketua Forum KB Kabupaten Bandung, H Ali Nurdin mengatakan, kegiatan panen raya tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.

“Dengan ungkapan rasa syukur, alhamdulillah hari ini kami dapat melaksanakan panen raya yang rutin dilakukan setiap musim,” ujar H Ali Nurdin usai melaksanakan panen raya.

“Kami rutin menggelar panen secara mandiri. Sekalian menyampaikan rasa syukur dan ekspos hasil panen, saya sengaja mengundang unsur pemerintah dari Kabupaten Bandung dan TNI,” tambahnya.

Pria pituin Kecamatan Bojongsoang itu menyebut kegiatan panen raya tersebut dilakukan sebagai langkah nyata dalam mendorong suksesnya program ketahanan pangan pemerintah, khususnya di Kabupaten Bandung.

“Betul, selain menjadi Ketua Forum KB, aktivitas sehari-hari saya juga sebagai petani di Kabupaten Bandung. Alhamdulillah tanah di sini sangat subur sehingga setahun bisa tiga kali panen,” kata Haji Ali, sapaan akrabnya.

Sambil tersenyum lebar, Haji Ali mengungkapkan dalam satu kali panen setiap musim panen, ia mampu menghasilkan 50 ton gabah kering. Hasil panennya ia distribusikan untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung.

“Saya optimistis bisa membantu kebutuhan beras masyarakat di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Haji Ali membeberkan, pada panen raya tahun 2025 ini, pihaknya mendapatkan bantuan bibit padi dan traktor dari Bupati Bandung melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah musim ini saya mendapat bibit dan traktor dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Pak bupati Bandung H. Dadang Supriatna dan Kadis Pertanian,” tutur Haji Ali sambil tersenyum lebar.

Reporter : Adji Saka

 

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…