BeritaNewsSosial

“Imah Thalassemia” Majalaya: ReDTIKITA Dampingi Anak-Anak Istimewa dengan Dukungan Pemkab Bandung

146
×

“Imah Thalassemia” Majalaya: ReDTIKITA Dampingi Anak-Anak Istimewa dengan Dukungan Pemkab Bandung

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | KAB. BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dan Pemerintah Kecamatan Majalaya memberi apresiasi tinggi atau dukungan terhadap ReDTIKITA yang selalu mendampingi para orang tua thalassemia beserta anak-anak istimewa thalassemia, terdapat 387 anak di Kab. Bandung.

Bentuk perhatian Pemkab Bandung itu setelah Bupati Bandung Dadang Supriatna diwakili Kepala Dinas Kesehatan Yuli Irnawaty Mosjasari didampingi Camat Majalaya Gugum Gumilar hadir pada peresmian Imah Thalassemia di Gedung GOR KONI Majalaya Kabupaten Bandung, Sabtu (31/8/3024).

Imah Thalassemia itu memanfaatkan ruangan bagian belakang Gedung KONI Majalaya untuk sementara waktu tempat bermain atau berkumpul anak-anak thalassemia, dimana sebelumnya Bupati telah menyampaikan dalam audensi akan memfasilitasi Imah Thalasemia yang memadai serta memberikan Kendaraan operasional untuk membantu ortu Thalasemia saat mengantar anak di transfusi darah, supaya tidak kesulitan lagi memikirkan transportasi.

Upaya baik pemkab Bandung, sangat respon cepat dalam suport terhadap RedTIKita. Imah Thalasemia ini bisa di manfaatkan sebagai ajang tempat berkumpul dan silaturahmi para pegiat thalassemia ReDTIKITA dalam upaya terus melakukan pendampingan, edukasi, keterampilan kepada anak-anak istimewa beserta para orang tuanya. Anak-anak istimewa pun terlihat semangat, bahagia dan ceria saat disuguhi berbagai kegiatan lomba menyambut HUT ke-79 Kemerdekaan RI.

Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Yuli Irnawaty Mosjasari turut memberikan apresiasi dan merasa bangga terhadap ReDTIKITA yang tak kenal lelah terus mendampingi anak-anak istimewa thalassemia beserta para orang tuanya yang terlihat semangat dan sabar memperhatikan perkembangan anak-anaknya.

Di tempat yang sama Camat Majalaya Gugum Gumilar pun turut mengucapkan selamat datang atas kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Camat memberikan spirit kepada relawan serta mendoakan anak Thalasemia agar diberikan kekuatan dan panjang umur.

“Kami pemerintah, akan memberikan pelayanan terbaik untuk warga Kab. Bandung secara bertahap, imah Thalasemia ini sifat sementara nanti kita akan kolaborasi dengan pemkab, Dinkes, untuk memikirkan langkah ke depan supaya Anak Thalassemia mendapat perhatian serta perlakuan khusus, ” Katanya.

Sementara itu Ketua ReDTIKITA Hendi Resmawan, menyampaikan rasa syukur serta ucapan terima kasih kepada Pemkab Bandung (Bupati Bandung) yang sudah memberikan dukungan dan perhatiannya atas peresmian Imah Thalassemia di Majalaya.

“Dalam waktu dekat ini kami akan menerima mobil kendaraan operasional hibah dari pemkab atas kebijakan Bupati Bandung yang peduli terhadap kami, utamanya anak Thalasemia, imbuhnya.

Ketua Paguyuban Orang Tua Thalassemia (PORT) Tayang Subagja mengatakan, sangat berterimakasih kepada relawan yang tergabung dalam Redti, kepada Pemkab Bandung, Kepala Dinas Kesehatan, Bapak Camat Majalaya, yang telah peduli, perhatian kepada kami.

“Dari 105 anak Thalasemia yang transfusi di RSUD Majalaya dan di RSUD AL Ihsan, Atas nama orang tua Thalasemia kami ucapkan banyak terimakasih, kepada semua pihak yang dulu ga ada yang peduli sekarang kami merasa berbesar hati, karena banyak yang simPATI dan perhatian, ” Pungkas Tatang.

Reporter : Tim FNC
Editor : Sri

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…