BeritaNews

Kang DS-Ali Syakieb Naik Ojek Diantar Ribuan Guru Ngaji dan Petani ke KPU

159
×

Kang DS-Ali Syakieb Naik Ojek Diantar Ribuan Guru Ngaji dan Petani ke KPU

Sebarkan artikel ini

Ekaposelensa.com | KAB BANDUNG – Pasangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb yang diusung oleh PKB, Gerindra, Demokrat, Nasdem, PAN dan PDIP ini diantar langsung oleh ribuan guru ngaji, kiai, petani, tukang ojek pangkalan, ojek online, dan elemen masyarakat lainnya saat mendaftar ke KPU dengan menaiki ojek online dan ojek pangkalan.

Kang DS dan rombongan berangkat dari Hotel Sutan Raja seusai acara Deklarasi pasangan ‘Bedas Lanjutkan’ yang dihadiri ribuan warga dari 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung. Baik Kang DS dan Ali Syakieb kompak memilih menggunakan ojek bersama para pendukungnya.

Ratusan sepeda motor dan puluhan kendaraan roda empat pun terlibat iring-iringan panjang demi mengantarkan pasangan Bedas Lanjutkan mendaftar ke KPU.

Antrian kendaraan tampak mengular melewati sejumlah ruas jalan mulai dari Jalan Raya Soreang- Warunglobak-Gandasoli- Ciluncat-Jln Soreang-Banjaran sebelum masuk ke Jalan Bhayangkara tempat Kantor KPU berada.

Kemeriahan semakin terasa saat ribuan warga pun menyambut iring-iringan kendaraan pasangan Bedas dengan melambaikan tangan dan bersalaman di sepanjang jalan yang dilalui rombongan. Tak sedikit yang meneriakkan nama Kang DS, sebagai tanda dukungan.

“Lanjutkan Kang DS. Bedaskeun deui. Hidup Kang DS,” ujar warga saat menyambut iring-iringan rombongan Bedas.

Begitu tiba di Kantor KPU Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna dan rombongan langsung disambut tarian penyambutan lengser khas Sunda dan ucapan selamat datang dari jajaran Komisioner KPU.

Setelah diterima jajaran KPU, pasangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb yang diwakili Ketua Tim Pemenangan Pasangan Bedas, H Cucun Ahmad Syamsurijal kemudian secara resmi mendaftar sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung. Berkas persyaratan pun dinyatakan lengkap oleh KPU.

“Alhamdulillah berkas pendaftaran kami dinyatakan lengkap oleh KPU. Kami sangat bersyukur karena hari ini secara resmi sudah mendaftar sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung periode 2024-2029,” ujar Kang DS yang juga calon Bupati petahana.

Dadang Supriatna juga mengaku bersyukur karena sebelum acara deklarasi dan mendaftar ke KPU, ia menyempatkan berziarah ke makam kedua orangtuanya dan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu.

Ungkapan rasa gembira dan haru juga diungkapkan Kang DS atas dukungan yang tulus dari semua elemen masyarakat yang telah ikut mengantar pasangan Kang Dadang Supriatna dan Kang Ali Syakieb, mendaftar secara resmi ke KPU Kabupaten Bandung.

“Terutama, dukungan yang tulus dari para guru ngaji, para kiai, alim ulama, tokoh masyarakat, petani, ojek pangkalan, ojek online, dan para buruh yang sampai harus rela menyewa mobil sendiri datang ikut mengantar saya daftar ke KPU,” ungkap Dadang sambil berkaca-kaca.

Tak lupa, ia juga menghaturkan terima kasih kepada semua pihak, baik parpol pendukung maupun masyarakat atas dukungan dan antusiasme yang luar biasa, sehingga acara deklarasi dan pendaftaran ke KPU berjalan lancar.

“Khusus kepada seluruh partai politik pendukung dan pengusung saya, mulai dari PKB, Gerindra, Demokrat, Nasdem, PAN, PDIP, PSI, Perindo, PKP, PBB, Partai Buruh, Garuda dan Prima, saya ucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya,” tuturnya.

Kang DS memaknai dukungan luar biasa dari berbagai elemen masyarakat tersebut sebagai amanah dan kepercayaan yang harus dijaga, dirawat dan akan dipertanggung jawabkan pada saatnya terpilih nanti.

“Sebagai seorang muslim, saya harus memaknai dukungan berbagai pihak tersebut bukan hanya berhenti pada ungkapan syukur, senang dan gembira. Tapi lebih dari itu, bahwa pada setiap kata dukungan dari semua pihak adalah amanah dan kepercayaan yang tak boleh dikhianati,” tegasnya.

Untuk maksud dan tujuan itulah, selain memohon ridha Allah SWT, Dadang Supriatna juga memohon do’a dan dukungan seluruh warga Kabupaten Bandung, untuk ikut membantu mengawal dan mengingatkan agar misi suci menjaga amanah dan kepercayaan, termasuk menjadikan Bandung Lebih Bedas dapat benar-benar terwujud.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, tolong do’akan dan support kami untuk menjadi pemenang pada 27 November 2024,” kata Dadang Supriatna.

“Insya Allah dengan izin dan ridha Allah SWT, kita akan memenangkan kontestasi ini. Namun tentu tanpa dukungan semua pihak dan masyarakat Kabupaten Bandung, kami tak berarti apa-apa dan tak akan menjadi apa-apa,” tandas Kang DS seraya disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir di KPU.

Reporter : Tim FNC
Editor : Sri

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…