BeritaLintas DaerahNewsTNI / POLRI

Kang DS : Semangat Persatuan Lembah Tidar Modal Pembangunan Daerah

120
×

Kang DS : Semangat Persatuan Lembah Tidar Modal Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – KAB BANDUNG – Lembah Tidar, lokasi Akademi Militer (Akmil) Magelang Jawa Tengah, kembali menjadi saksi bisu perjalanan sejarah politik nasional.

Bukan hanya mencetak para pemimpin militer, Lembah Tidar kini juga menjadi tempat pengkaderan para pemimpin daerah sekaligus menjadi tempat penguatan sinergitas pembangunan nasional.

Inisiatif Presiden RI Prabowo Subianto menggelar retreat kepala daerah se-Indonesia di lokasi yang sarat makna ini membawa makna dan kesan mendalam bagi para kepala daerah, tak terkecuali Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu tampak begitu bersemangat saat menelusuri Lembah Tidar yang terletak di kaki Gunung Tidar.

Ia berjalan kaki menuju Puncak Tidar seolah ingin napak tilas jejak para Jenderal yang sempat dididik di Lembah Tidar tersebut.

Dalam tradisi TNI, naik ke puncak Gunung Tidar merupakan simbol pamitan kepada rakyat Magelang sebelum dilantik menjadi perwira.

“Saya sangat bahagia dan suatu penghargaan yang luar biasa bisa hadir di sini. Terima kasih Pak Presiden, terima kasih Pak Mendagri, para menteri yang telah menjadi narasumber. Insya Allah ini akan bermanfaat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna di Lembah Tidar.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu mengaku merasakan betapa ada sesuatu yang penuh arti di balik retreat atau rakor yang biasanya hanya dipenuhi acara seremonial.

“Biasanya rakor itu seremonial. Tapi di Akmil, tempat yang sakral dan telah melahirkan banyak pemimpin besar, kami mendapatkan materi teknis penyelenggaraan pemerintahan yang sangat bermanfaat,” ujar Kang DS.

Wakil Ketua Umum Apkasi itu menyebut kegiatan retreat ini juga memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana kepemimpinan yang kuat harus dibangun di atas nilai-nilai persatuan dan kepercayaan.

Nilai-nilai seperti disiplin, loyalitas, dan kolaborasi semakin diperdalam dalam lingkungan yang begitu inspiratif. Retreat ini juga semakin mempererat silaturahmi antar kepala daerah.

Dalam suasana yang penuh semangat ini, terasa jelas bahwa Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang solid, berorientasi pada solusi, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Lembah Tidar menjadi saksi betapa seluruh elemen bangsa dapat bersatu untuk menghadapi berbagai tantangan dengan satu tekad : membangun negeri yang lebih maju, sejahtera, dan berdaulat.

Kang DS berharap semangat kebangsaan dan persatuan yang terbangun di Lembah Tidar harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam kebijakan-kebijakan nyata yang membawa manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya di Kabupaten Bandung.

Selesainya retreat bagi Kang DS menjadi momentum awal memulai tugas pada periode kedua bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb.

“Kata kunci yang utama adalah bagaimana kita semua berpikir bersama dan bekerja secara kolektif untuk memenuhi tanggung jawab yang telah rakyat berikan. Dengan semangat kebersamaan, sinergitas, dan dedikasi tinggi, kita menguatkan nilai kesatuan guna mewujudkan visi besar menuju Indonesia Maju 2045,” tuturnya.

Sumber : Liputan Giat Bupati Bandung/FNC

Reporter :

( Adji Saka )

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…