Eksposelensa.com – Bandung, 7 Juni 2025 – Dugaan kebocoran informasi mencuat dalam operasi penindakan peredaran obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polsek Kiaracondong. Investigasi tim media dan penggiat anti-narkoba menemukan indikasi kuat adanya kebocoran internal yang memungkinkan pelaku kejahatan untuk menghindari penindakan.
Dalam operasi pekan lalu, tim gabungan menemukan toko-toko obat non-resmi yang biasanya aktif beroperasi, namun tiba-tiba tutup beberapa menit sebelum tim tiba di lokasi. “Kami curiga ada pihak dari dalam yang memberikan informasi kepada para pelaku setiap kami melakukan operasi mendadak,” ungkap seorang narasumber dari tim investigasi.
Warga sekitar juga mengungkapkan bahwa mereka telah melaporkan adanya toko yang menjual obat keras tanpa resep dokter, bahkan kepada anak di bawah umur. Namun, laporan masyarakat kerap tidak ditindaklanjuti secara serius oleh aparat setempat. “Kami sudah beberapa kali mengadakan aktivitas ini. Tapi entah kenapa, justru makin marak. Apakah karena ada oknum yang membekingi?” ujar seorang warga Babakan Sari.
Pihak Polsek Kiaracondong belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kebocoran informasi maupun pembiaran terhadap peredaran obat ilegal di wilayahnya. Pakar hukum pidana menyatakan bahwa jika terbukti ada aparat yang membocorkan informasi operasi kepada pelaku kejahatan, maka itu dapat dijerat pidana.
Masyarakat berharap ada tindakan tegas dari Kapolrestabes Bandung dan pihak Polda Jawa Barat untuk melakukan penyelidikan internal dan membersihkan institusi dari oknum yang diduga melindungi pelaku kejahatan narkotika.
( Tim.Liputan )














