BeritaNews

Konsultan Alergi Wartawan Pada Proyek Gedung Unit Layanan di Kejari Lebak King Naga Akan Bersurat KeDPRD Provinsi Banten

148
×

Konsultan Alergi Wartawan Pada Proyek Gedung Unit Layanan di Kejari Lebak King Naga Akan Bersurat KeDPRD Provinsi Banten

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | Lebak – Tindak-lanjut so’al proyek gedung layanan di Kejari Lebak yang tidak melengkapi K3, Konsultan yang di duga mengawasi proyek tersebut, tak merespon ketika di minta tanggapan via chat Wastapnya oleh awak media Rabu, (24/07/2024)

Sebelum di meminta tanggapan terkait kelengkapan K3, awak media mengirimkan sejumlah berita yang tayang di beberapa media online di Kabupaten Lebak, Selasa, (23/07/2024)

Karena tak kunjung di respon, sehingga awak media meminta tanggapan terkait dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan keselamatan pekerja yaitu, tak satupun pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan kelengkapan keamanan lainnya.

Ditambah sulitnya pihak pelaksana maupun pengawas untuk di temui, sehingga sejumlah sosial kontrol salahsatunya King Naga menduga, pihak terkait main-main dengan anggaran pemerintah.

Proyek beranggaran sebesar Rp.2.258.434.400.00,- (Dua miliar dua ratus limapuluh delapan empat ratus tigapuluh empat ribu empatratus rupiah) yang bersumber dari Dinas PUPR provinsi Banten ini, tentu sangat funtastis jika di lihat dari luasan lahan yang di kerjakan.

Terlepas dari hal itu, sulitnya pihak Kontraktor untuk di temui, sehingga sosial kontrol tidak mendapatkan klarifikasi atas apa yang menjadi praduga terkait pelanggaran K3, dan proses pengerja’an yang tidak di awasi. Hal ini di katakan Naga, Kamis (25/07/2024)

“Ini menurut saya sangat tidak transparan, karena sebagai konsultan yang mengawasi proyek pemerintah, tidak mau nongol untuk mengklarifikasi apa yang menjadi praduga kami, selaku sosial kontrol,”ujar Naga

“Emang uang siapa yang di pakai membangun,”imbuh Naga

“Jika kami menduga proyek ini melabrak aturan K3, faktanya jelas di lapangan, dan bersama sejumlah awak media di kabupaten Lebak, berhak mengkontrol setiap pembangunan apapun yang berkaitan dengan anggaran pemerintah,”tegasnya.

“Ini ada apa, ko sulit amat pihak Kontraktor maupun pengawas di temui, sedangkan di pemberian sudah ramai, bahkan salahsatu dari rekan media sudah mengirim langsung pemberitaan kepada Konsultan, tapi kayaknya emang alergi dengan sosial kontrol, karena tidak ada respon sama sekali,”kata Naga

“Pokoknya, saya akan segera bersurat keDPRD provinsi Banten, dan saya meminta agar pihak Pelaksana, Konsultan dan PUPR provinsi Banten, agar bisa hadir sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran K3 dan yang lainnya,”jelas naga

“Dan jika hal ini tetap di abaikan, maka kami selaku Timsus LSM GMBI WILTER Banten, akan menggelar aksi damai, ke Gedung DPRD provinsi, PUPR provinsi dan di lanjutkan ke Kejari Lebak, dengan ribuan masa,”tutup Naga

(Ddn)

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…