NewsTNI / POLRI

Mantap! Perputaran Ekonomi Selama Bandung Great Sale Capai Rp78,9 Miliar

162
×

Mantap! Perputaran Ekonomi Selama Bandung Great Sale Capai Rp78,9 Miliar

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | Gebyar diskon, Bandung Great Sale (BGS) 2024 yang berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 13 – 15 September 2024 mendapatkan hasil yang signifikan.

Selama perhelatan BGS 2024, perputaran ekonomi mencapai Rp78.940.653.000. Hal tersebut berpeluang bertambah karena belum semua transaksi terekap keseluruhan.

“Perkiraan perputaran ekonomi mencapai Rp78,9 miliar. Secara keseluruhan Alhamdulillah pergerakan transaksi selama 3 hari pelaksanaan Bandung Great Sale 2024 yang dihitung plus minus dari 3 lini sektor yaitu hotel, mal dan Whoosh,” kata Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny A. Nurudin pada penutupan kegiatan BGS tahun 2024 di Festival Citylink, Minggu 15 September 2024 malam.

Ronny mengungkapkan, kunjungan ke Kota Bandung selama pelaksanaan BGS 20204 melalui 10 pintu tol yaitu sekitar 620 ribu kendaraan. Sedangkan orang yang datang dengan menggunakan kereta cepat Whoosh sekitar 85 ribu orang.

“Terkait transaksi yang terjadi khususnya di Festival Citylink yang merupakan tempat eksibisi BGS 2024 dari Blibli, PT KAI, bjb dan Kimia Farma sekitar Rp1,5 M,” ungkapnya.

Ronny mengatakan, BGS 2024 mempunyai program diskon 80% dan up to 80% di berbagai sektor. Di antaranya 19 pusat perbelanjaan, 3 toko swalayan, 62 perhotelan, 6 sarana dan prasarana Transportasi, 13 resto dan kafe, 4 factory outlet, 23 sarana kesehatan, 9 sarana pendidikan dan 122 UKM dan IKM Kota Bandung.

Di tempat yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Eric M. Attauriq berharap, BGS menjadi salah satu agenda wisata yang diandalkan yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

“Saya berharap jumlah wisatawan atau tamu pengunjung, omzet, dan nilai transaksi tahun depan bisa lebih besar,” ujarnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara, peserta, sponsor, dan masyarakat pada umumnya yang mendukung BGS 2024.

“Saya ucapkan terima kasih kepada tamu pengunjung baik dari dalam maupun dari luar Kota Bandung yang percaya pada produk barang dan jasa. Semoga merasa puas dan kembali ke Kota Bandung dengan membawa keluarga, teman, dan orang-orang terdekat lainnya,” ucapnya.(zae)**

 

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…