BeritaTNI / POLRI

Pangdam III/Slw : Kebangkitan Nasional Kedua Menuju Indonesia Emas

163
×

Pangdam III/Slw : Kebangkitan Nasional Kedua Menuju Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini

Bandung, eksposelensa.com – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., menjadi Irup pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-116 Tahun 2024. Di Lapangan Upacara Rindam III/Slw Jl. Manado No. 4 Kota Bandung, Senin (20/05/2024).

Dengan Tema “Kebangkitan Nasional Kedua Menuju Indonesia Emas”, upacara di ikuti oleh Prajurit dan PNS Kodam III/Slw. Bertindak selaku Komandan Upacara Danyon Arhanud 3/YBY Letkol Arh Kusuma Ardianto.

Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Budi Arie Setiadi dalam amanatnya yang di bacakan oleh Pangdam III/Slw menyampaikan bahwa hal yang telah di rintis Organisasi Boedi Oetomo. Banyak di lanjutkan oleh organisasi lain yang mencapai titik puncaknya pada saat Proklamasi Kemerdekaan RI.

“Dialah yang menggodok aspirasi kemajuan di Indonesia pertama kali muncul sejak lebih dari seabad lalu. Di tangannya, kemajuan itu dirumuskan, di rinci dan di perjuangkan, untuk kemudian menjadi milik seluruh Bangsa Indonesia,” jelas Menkominfo.

Lebih lanjut Menkominfo menyampaikan bahwa. Bangsa Indonesia berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa.

“Di titik ini gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong Indonesia Emas,” ujar Menkominfo.

Indonesia mempunyai bonus demografi yang harus di kelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital seperti yang di canangkan oleh Presiden Joko Widodo. Yakni percepatan transformasi digital nasional yang di pacu beberapa tahun terakhir untuk menuju Indonesia Emas 2045.

Hadir pada upacara Kasdam III/Slw, Irdam III/Slw, Darindam III/Slw, Asrendam III/Slw, para Asisten Kasdam III/Slw, para Dansat/Kabalakdam III/Slw. Dan Pa Lo TNI AL dan TNI AU, para Pamen Ahli Kodam III/Slw dan Dandim 0618/Kota Bandung.

Herry.

Sumber: (Pendam III/Siliwangi).

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…