NewsTNI / POLRI

Polisi Berikan Makan Siang Gratis di SD Al Muiz Kota Bandung

155
×

Polisi Berikan Makan Siang Gratis di SD Al Muiz Kota Bandung

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | Senin (21/10/ 2024) bertempat di SD Al Muiz Jl. Gedebage selatan Rt. 003/006 Kel. Cisaranten kidul Kec. Gedebage Kota Bandung telah berlangsung Kegiatan Pemberian Makan siang Gratis.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kasat Binmas Polrestabes Bandung, Kapolsek Gedebage, Disdik Kota Bandung, Camat Gedebage, Danramil Buahbatu, Kepala Sekolah SD Al Muiz serta Siswa/i SD Al Muiz.

Maksud dan tujuan pemberian makan siang Gratis merupakan Program Kerja Polrestabes Bandung bersama Kodim 0618 Kota Bandung.

Kasat Binmas Polrestabes Bandung AKBP Kusno Diyantara, SPD mengatakan bahwa program makan bergizi gratis yang dilaksanakan sesuai program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini sangat bermanfaat dan sangat tepat.

“Program makan siang gratis ini untuk menunjang anak – anak belajar karena tidak semua anak yang berangkat ke sekolah dibekali dengan sarapan.” ujarnya

“Tidak semua anak dalam makan sehari – harinya terpenuhi nilai gizi yang mencakup 4 sehat 5 sempurna.” ungkap Kasat Binmas Polrestabes Bandung.

AKBP Kusno mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang telah memperhatikan gizi anak, demi masa depan anak dan menuju Indonesia Emas 2045.

Pemberian makanan sehat dan bergizi dilakukan juga untuk meningkatkan kesadaran semua pihak agar menjaga pola makan sejak dini, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak – anak.

Bandung 21 Oktober 2024

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…