BeritaInternasionalLintas DaerahLintas ProvinsiNewsTNI / POLRI

Polsek Tarogong Kidul Ungkap Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor dan Penadahan di Garut

129
×

Polsek Tarogong Kidul Ungkap Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor dan Penadahan di Garut

Sebarkan artikel ini

Garut, Eksposelensa.com – Polres Garut melalui Polsek Tarogong Kidul berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (R-2) dan penadahan yang melibatkan tiga orang pelaku.

Kejadian ini berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan pencurian kendaraan bermotor pada hari Rabu tanggal 22 Januari 2025, telah terjadi aksi pencurian sepeda motor jenis Honda Vario milik warga setempat, Tatang Taryana di Jalan Merdeka, Gang Resik, Kelurahan Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul.

Pelaku diduga menggunakan kunci palsu untuk merusak lubang kunci kendaraan dan berhasil membawa kabur sepeda motor tersebut.

Melalui hasil pemeriksaan saksi-saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, anggota unit Reskrim Polsek Tarogong Kidul berhasil mengidentifikasi pelaku utama, yaitu RS (25), warga Kampung Sukaregang, Kecamatan Garut Kota.

Pada 22 Januari 2025, sekitar pukul 17.00 WIB, RS (25) berhasil diamankan di daerah Kampung Citeurep, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.

Kapolsek Tarogong Kidul AKP Kustanto, S.H., mengatakan pelaku mengakui telah mencuri kendaraan tersebut dan menjelaskan bahwa sepeda motor itu telah dijual kepada dua orang yang tidak dikenal, yang menghubunginya melalui media sosial Facebook.

“Setelah mendapatkan informasi, kemudian kami melanjutkan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua pelaku penadahan, yakni D (28) dan A (29), pada 24 Januari 2025 sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Raya Samarang, Kampung Cipepe, Kecamatan Tarogong Kaler.” Tambah Kustanto saat ditemui awak media Sabtu, 01 Febuari 2025.

Keduanya mengaku telah membeli kendaraan tersebut dari RS (25) dan selanjutnya menjualnya kepada seorang pembeli tak dikenal di Kampung Ciroyom, Kecamatan Samarang.

Dari hasil penyidikan, pihak kepolisian berhasil menyita sejumlah barang bukti, antara lain 1 unit sepeda motor Honda Vario, 1 kunci mobil Daihatsu Sigra, rekaman CCTV, serta 2 unit handphone dan Total kerugian yang ditaksir mencapai Rp9.000.000.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan serupa, serta melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan kepada pihak berwajib.” Pungkas Kustanto.

(Red/Humas)

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…