BeritaLintas DaerahNewsTNI / POLRI

Rakyat Berduka, Kapitalisme Berpesta di Atas Penderitaan

8
×

Rakyat Berduka, Kapitalisme Berpesta di Atas Penderitaan

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Eksposelensa.com – Bandung – Di saat rakyat menjerit dalam duka, kehilangan, dan himpitan hidup yang makin tak tertahankan, kaum kapitalis justru berpesta.

Krisis yang seharusnya menjadi momentum solidaritas malah dijadikan ladang keuntungan oleh mereka yang rakus kuasa dan modal.

Penderitaan rakyat tidak dipahami sebagai tragedi kemanusiaan, melainkan sebagai peluang bisnis.

Atas nama investasi, bantuan sosial, dan program pemulihan, praktik eksploitatif dijalankan secara sistematis.

Yang diselamatkan bukan rakyat, melainkan kepentingan modal dan elite yang bersekongkol di balik kebijakan.

Narasi kebaikan diproduksi masif, namun kosong dari keikhlasan. Bantuan menjadi alat pencitraan, dan kebijakan publik diarahkan untuk melanggengkan keuntungan segelintir kelompok.

Rakyat kecil kembali dipaksa menanggung beban, sementara para pemodal dan kroninya terus mengamankan posisi dan kekayaan.

Lebih menyedihkan lagi, negara sering kali absen atau justru menjadi fasilitator kepentingan kapital. Hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Ketidakadilan dibiarkan mengakar, sementara suara rakyat dipinggirkan dan dibungkam dengan dalih stabilitas.

Situasi ini bukan sekadar krisis ekonomi, melainkan krisis moral dan keberpihakan. Ketika penderitaan rakyat dijadikan komoditas, maka yang sesungguhnya runtuh adalah nilai kemanusiaan itu sendiri.

Rakyat tidak membutuhkan kebaikan palsu. Rakyat menuntut keadilan struktural, keberanian politik, dan keberpihakan nyata. Duka rakyat adalah peringatan keras: bila ketidakadilan terus dipelihara, maka perlawanan adalah keniscayaan.

( Adji Saka )