BeritaLintas DaerahNewsTNI / POLRI

Salut, Disaat Masyarakat Kesusahan | Sosok Ketua PBFI Kab. Bandung Gelar Giat Amal Bagikan 400 Gas Elpiji 3 Kg, Simak Alasannya

136
×

Salut, Disaat Masyarakat Kesusahan | Sosok Ketua PBFI Kab. Bandung Gelar Giat Amal Bagikan 400 Gas Elpiji 3 Kg, Simak Alasannya

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – KAB.BANDUNG | Forwacinews.com – Salut. Itulah kata yang sangat pantas diberikan kepada H. Edy Darmawan, Ketua Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Kabupaten Bandung. Pasalnya ketika masyarakat menjerit karena terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg. Pengusaha yang satu ini memberikan solusi dengan memberikan gratis tabung gas si melon itu.

Berlatar belakang langka dan mahal itulah, H Berry sapaan akrab warga Komplek Bumi Sadang Indah (BSI) Desa Margahayu Selatan yang terketuk hatinya menggratiskan tabung gas. Dia menyediakan gas elpiji 3 Kg itu secara gratis tanpa syarat.

Hal itu dilakukan pemilik Fitness Berry pada Kamis, 6 Februari 2025 di pangkalan resmi Gas Elpiji, Komplek Bumi Sadang Indah No 6 desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung.

Tak tanggung-tanggung, Ketua Cabor Binaraga ini mengaku sebanyak 400 gas elpiji 3 Kg dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar pangkalan gas elpiji tersebut.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi kemarin, dimana terjadi kelangkaan gas elpiji 3 Kg. Sebagaimana kita tahu gas 3 kilo ini susah didapatkan, baik di pangkalan ataupun di pengecer. Kalaupun ada harganya mahal sehingga masyarakat menjerit, kalau harganya mahal” ungkapnya.

“Selain itu untuk mendapatkan gas 3 Kg ini diperoleh dengan cara mengantri panjang. Untuk itu saya terketuk hati turut meringankan beban masyarakat kurang mampu dengan cara menggratiskan elpiji 3 Kg ini. Semoga bermanfaat dan masyarakat terbantu dengan program yang saya luncurkan ini, ” papar H. Berry.

Dia menjelaskan, selain keperluan rumah tangga, masyarakat yang turut mengambil bagian dari program tersebut adalah pedagang kecil, seperti tukang gorengan, tukang baso serta pedagang lainnya.

Powered by Inline Related Posts
“Ya memang, yang antri gas melon ini tidak hanya ibu – ibu untuk kebutuhan rumah tangga, melainkan juga pedagang juga ikut kebagian. Alhamdulillah banyak pedagang gorengan, tukang baso dan pedagang lainnya, dapat gratis gas melon ini, ” bebernya menjelaskan.

Sementata itu sejumlah masyarakat yang turut mengantri pembagian isi tabung gas elpiji 3 Kg mengaku sangat terbantu dengan amal sholeh yang dilakukan H. Berry.

Seperti yang disampaikan Sena (35) warga RT 04/04 desa Margahayu Selatan. Dia mengaku program H. Berry, sangat membantu dan meringankan beban masyarakat. Mendapatkan gas 3 Kg gratis ini, selain tidak antri juga tidak harus menggunakan KTP dan KK sebagai syarat mendapatkannya.

“Kami sangat berterima kasih dan mendoakan H. Berry dan keluarga, semoga Alloh memberikan kesehatan dan diberikan rejeki yang berlimpah. Karena program pembagian tabung gas isi 3 Kg gratis ini sangat menyentuh masyarakaat dan bermanfaat bagi sebagian besar warga disini, ” aku Sena.

Hal senada juga diungkapkan Tatan Sultana S. Pd. M. MP. D, tokoh masyarakat Kecamatan Baleendah, Kab. Bandung. Dia mengharapkan program yang dilakukan H. Berry bisa dijadikan contoh bagi pengusaha lainnya yang memiliki kelebihan harta.

“Saya salut dengan program pembagian isi gas 3 Kg gratis ini. Ketika sebagian besar masyarakat menjerit karena kelangkaan dan kesusahan mendapatkan gas elpiji si melon 3 Kg, di sini di Komplek Sadang Indah, malah digratiskan” ungkap Tatan.

“Sungguh mulia niat dan amal baik yang dilakukan H. Berry. Tidak tanggung-tanggung sebanyak 400 gas eliji 3 Kg dibagikan cuma-cuma. Sungguh harus jadi suri tauladan nagi pengusaha lainnya. Semoga Alloh memberikan kemudahan kepada H Berry,” ucap Tatan.

Menurut rencana ke depan, H. Berry melaksanakan hal serupa, bahkan dengan skala yang lebih besar. Semoga Alloh SWT menjadikan amal di kemudian hari dan diberikan ganjaran berlimpah. Aamiin.

Sumber : Liputan Giat Sosial Ketua PBFI/FNC/Pih
Editor : adji saka

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…