BeritaNews

Seni dan Budaya, Kadiskominfo Yosep Nugraha: Dapat Membangun Karakter, Kepribadian dan Prilaku

175
×

Seni dan Budaya, Kadiskominfo Yosep Nugraha: Dapat Membangun Karakter, Kepribadian dan Prilaku

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | KAB. BANDUNG – Sebanyak 120 peserta turut menyemarakkan pelaksanaan Festival/Pasanggiri Jaipong “Piala Bupati Bandung” di Bale Prabu Soreang Kabupaten Bandung, Jumat (12/7/2024). Para pesertanya itu baik tampil secara perseorangan maupun rampak.

Pasanggiri Jaipongan dalam rangka HUT ke-3 Media Online Indokliknews.com ini diselenggarakan hingga hari Minggu (14/7/2024).

Festival/Pasanggiri Jaipong dengan para peserta dari kalangan para siswi TK, kelas 1-3 SD, kelas 4-6 SD, SMP dan SMA umum, ada juga dari kalangan kaum pria yang turut andil dalam menyemarakkan Festival/Pasanggiri Jaipong tersebut.

Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Bandung H. Yosep Nugraha yang turut membuka pelaksanaan Festival/Pasanggiri Jaipong tersebut.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung H. Yosep Nugraha atas nama Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, khususnya media online Indokliknews.com.dengan diselenggarakannya Festival/Pasanggiri Jaipong ini.

“Media online Indokliknews.com ini yang telah menginisiasi secara reguler, kegiatan pemeliharaan kebudayaan dengan mengadakan Festival/Pasanggiri Jaipong di Kabupaten Bandung,” kata Yosep dalam keterangannya.

Menurutnya, Pasanggiri Jaipong ini salah satu bentuk perhatian dan tanggungjawab dari media bagaimana turut mengembangkan, melestarikan kebudayaan daerah yang diinisiasi oleh tokoh-tokoh masyarakat Pasundan melalui kegiatan tersebut.

Yosep menyebutkan Kabupaten Bandung memiliki khasanah kebudayaan yang demikian banyak dan kaya.

“Partisipasi masyarakat juga demikian tinggi dalam pengembangan kebudayaan,” kata mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung ini.

Dikatakan Yosep, begitu banyak kelompok dan entitas masyarakat yang mengembangkan seni dan budaya, meski pada saat pandemi Covid-19 lalu terkendala karena market. Sehingga pengembangan budaya sangat terbatas.

“Hari ini ada hikmah yang sangat besar, lewat pengembangan teknologi informasi, maka kesenian dan kebudayaan ini multi panggung yang sangat luas cakupannya. Bukan sekedar lokal ditonton secara visual konvensional, sekarang bisa ditonton di dunia maya, sehingga orang yang menonton jauh lebih banyak dan jangkauannya mendunia,” tuturnya.

Maka, imbuh Yosep, pihaknya ingin memberikan motivasi kepada seluruh seniman dan budayawan, jangan berkecil hati untuk berkreasi.

“Karena apa, gerak kreativitas kita dengan multi panggung yang lebih luas, yaitu panggung digital,” katanya.

Maka, Yosep mengatakan, para penggerak seni dan budaya harus mampu mengatur adaptasi dan berkreativitas bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan seni dan budaya.

“Pak Bupati Bandung tentu sangat konsen dalam pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Bandung. Apalagi yang terkait dengan budaya tradisi, bukan sekedar memperlihatkan budaya-budaya visual, tetapi di dalamnya mengandung makna-makna filosofi dan mengandung nilai-nilai keluhuran yang mampu membangun karakter, membangun kepribadian dan membangun prilaku bagaimana masyarakat kita memekik keindahan dalam bersikap dan kehidupan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival/Pasanggiri Jaipong Igun Ruhiyat mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna yang diwakili Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung H. Yosep Nugraha. Selain itu kepada para peserta maupun para orang tua peserta, serta kepada para wartawan yang hadir saat itu.

“Kegiatan Pasanggiri Jaipong ini dalam rangka melestarikan seni jaipong. Melalui seni Sunda jaipong ini diharapkan dapat membentuk karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Igun.

Ia mengatakan Festival/Pasanggiri Jaipong ini dengan menampilkan para peserta kategori siswa TK. Kategori siswa SD, SMP dan SMA, selain kategori pria juga turut ditampilkan dengan melibatkan sekitar 232 pegiat seni dan budaya.

“Kali ini, siswa TK tidak disatukan dengan usia SD. Diharapkan kedepannya, usia TK bisa terus dipertandingkan,” kata Igun.

Igun mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna atas supportnya, sehingga bisa dilaksanakan Festival/Pasanggiri Jaipong dengan memperebutkan “Piala Bupati Bandung. (Sri)

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…