BeritaLintas ProvinsiNewsTNI / POLRI

Setelah Dua Hari, Babinsa Dan Tim Pencarian Gabungan Berhasil Menemukan Korban Hanyut Di Sungai Brantas Blitar

129
×

Setelah Dua Hari, Babinsa Dan Tim Pencarian Gabungan Berhasil Menemukan Korban Hanyut Di Sungai Brantas Blitar

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – Blitar – Setelah dua hari proses pencarian intensif, Babinsa Desa Selokajang Koramil 0808/06 Srengat Kodim 0808/Blitar, Sertu Cahyo yang turut terlibat aktif dalam pencarian korban hanyut di Sungai Brantas akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Korban atas nama Safrian Adinata (20), warga Dusun Maron Desa Selokajang Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, ditemukan pada Rabu (9/4/2025) sekitar pukul 00.12 WIB.

Jenazah ditemukan di bantaran Sungai Brantas yang masuk wilayah Dusun Ngipik Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Lokasi penemuan berjarak cukup jauh dari titik awal korban dinyatakan hilang.

Babinsa Desa Selokajang Sertu Dwi Cahyo bersama tim gabungan yang terdiri dari personel Koramil 0808/06 Srengat, Polsek Srengat, Tim SAR Malang, BPBD Kabupaten Blitar, serta PMI Kabupaten Blitar, telah melakukan upaya pencarian sejak hari pertama korban dilaporkan tenggelam pada Senin (7/4/2025) siang.

Korban diketahui hanyut saat sedang mencari ikan bersama tiga rekannya menggunakan obat ikan (lanet). Saat mencoba menyeberangi sungai untuk memasang jaring, korban kelelahan dan sempat meminta pertolongan sebelum akhirnya tenggelam.

Setelah ditemukan jenazah korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini

( Adji Saka )

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…