BeritaLintas ProvinsiNewsTNI / POLRI

Silaturahmi Idul Fitri: Satgas TNI di Puncak Berbagi Kebahagiaan dengan Warga Mage’abume

134
×

Silaturahmi Idul Fitri: Satgas TNI di Puncak Berbagi Kebahagiaan dengan Warga Mage’abume

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – Mage’abume, Puncak, Papua – Dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan, Pos Pintu Jawa Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti di Distrik Mage’abume, Kabupaten Puncak, Papua, turut merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H dengan menggelar acara makan bersama warga Kampung Wombru. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh keakraban ini menjadi bukti nyata harmoni dan kebersamaan antara aparat keamanan dengan masyarakat Kampung Wombru, Distrik Mage’abume Kab. Puncak, Papua. (31/03/2025)

Acara makan bersama yang digelar pada hari ini dihadiri oleh seluruh personel Pos Pintu Jawa dan warga Kampung Wombru. Suasana penuh keceriaan terpancar dari raut wajah para peserta yang menikmati hidangan bersama. Berbagai menu makanan tersaji, menambah semarak perayaan Idul Fitri 1446 H.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat sinergitas antara TNI dengan masyarakat. Hal ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. Komandan Pos Pintu Jawa, Letda Inf Risal, menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar momen Idul Fitri ini dapat memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat semakin erat dan solid. Kami berharap ke depan, kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin untuk menciptakan keamanan dan kesejahteraan bersama,” ujar Letda Inf Risal.

Warga Kampung Wombru pun menyambut baik acara makan bersama ini. Mereka menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pos Pintu Jawa atas inisiatif yang telah dilakukan. Salah satu warga, Mama Dorkas, mengungkapkan rasa bahagianya dapat merayakan Idul Fitri bersama aparat keamanan.

“Kami merasa sangat senang dan terhormat dapat merayakan Idul Fitri bersama Bapak-bapak TNI dengan makan bersama. Semoga kerjasama yang baik ini dapat terus berlanjut,” ungkap Dorkas.

Acara makan bersama ini ditutup dengan doa bersama, berharap agar Papua selalu aman, damai, dan sejahtera. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat dapat menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis, khususnya dalam merayakan hari-hari besar keagamaan.

Autentikasi : Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 700 Wira Yudha Cakti

(Adji saka)

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…